10 Pemilik Tambang Mangkir dari Panggilan Pemkab Bojonegoro

0
Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azisah. (Galuh Setiyadi)

halopantura.com Bojonegoro – Sebanyak 10 pemilik bekas lokasi tambang galian c mangkir dari panggilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro. Hanya baru 3 pemilik bekas lokasi tambang yang memenuhi panggilan dari DLH dari jumlah total pemilik sebanyak 13 pemilik tambang bekas.

Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Nurul azisah menjelaskan pemanggilan pemilik bekas lokasi tambang untuk membahas tanggung jawab reklamasi yang menjadi kewajiban pemilik bekas tambang. Selain itu, dengan pemanggilan tersebut bekas lahan tambang bisa kembali dimanfaatkan atau produktif.

“Dari tiga belas pemilik bekas tambang galian c yang kita panggil hanya tiga pemilik yang memenuhi undangan, sedangkan sepuluh pemilik tidak datang. Pemanggilan untuk membahas reklamasi lahan supaya bisa kembali digunakan dan produktif,” ucap Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro, Senin (17/07/2017).

Menurut Nurul Azisah, para pemilik bekas tambang galian c itu sudah mengantongi Ijin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam surat Keputusan Bupati, setelah melakukan aktivitas tambang pemilik wajib melakukan reklamasi atau petemajaan agar lahan tetap produktif. Pihak DLH Kabupaten Bojonegoro berencana akan memanggil kembali 10 pemilik bekas tambang galian c yang tidak memenuhi panggilan.

“Kita akan melakukan pemanggilan kembali sepuluh pemilik bekas lokasi tambang. Dulu pihak pembeli material berjanji dan sanggup melakukan reklamasi, namun hingga kini belum dilakukan,” ujar Nurul Azisah.

Sementara tiga belas pemilik IPR tersebut adalah lahan milik Randi seluas 10,004 ha, jenis pasir dan tanah urug yang berlokasi di Desa Tebon, Wahyu Isnin Yunarto seluas 8.812,00 ha (tanah urug) di Desa Kalirejo Kecamatan Malo. Kemudian Solikin seluas 8.353,00 ha (tanah urug) di Desa Katileng Kecamatan Malo, Hermfry seluas 9.587,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan.

Selanjutnya, Siyo Susiyono seluas 10.059,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan, Abdul Rochim seluas 9.059,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan.

Kemudian Choirul Anas seluas 10.000,00 ha (pasir) di Desa Tebon Kecamatan Padangan.Selanjutnya, Edo Suwito seluas 9.814,00 ha (tanah urug) di Desa Ketileng Malo, Widiarto seluas 9.772,00 ha (tanah urug) di Desa MaloKecamatan Malo, Carinanik seluas 5.525,00 ha (tanah urug) di Desa Malo Kecamatan Malo.

Munarto seluas 9.034,00 ha (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari, Maryono seluas 9.330,00 ha (pasir) di Desa Sambeng Kecamatan Kasiman, dan Mursid dengan lahan seluas 9.999,00 ha (tanah urug) di Desa Donan Kecamatan Purwosari. (luh/roh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here