15 Pasangan Nikah Massal Dikirap Menuju Pendopo Tuban

1
Pasangan nikah massal dikirap dari Masjid Agung menuju Pendopo Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Suasana pagi hari di Masjid Agung Tuban tidak seperti biasa. Didalam masjid di penuhi calon pengantin berbagai usia dan para keluarga dari pasangan pengantin, Minggu, (12/11/2017).

Mereka adalah pasangan pengantin yang mengikuti acara nikah massal yang digelar Pemkab Tuban dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban ke-724. Nikah massal diikuti sebanyak 15 pasang yang tersebar dari beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban.

Mempelai perempuan mengenakan pakaian berwana hijau dengan rias pengantin yang begitu lengkap. Sementara mempelai pria mengenakan beskap warna hitam lengkap dengan kain batik, sambil memakai blangkon dan membawa keris.

Tepat pukul 09.00 Wib, pasangan pengantin itu mengucapkan ijab kabul dan menandatangani surat nikah dihadapan penghulu dengan disaksikan Forpimda Tuban.

Usai ijab, seluruh pasangan suami-istri itu dikirap menjuju Pendopo Tuban untuk mengikuti acara resepsi pernikahan yang digabung dengan resepsi hari jadi Tuban. Satu pasang pengantin dikirap dengan naik kuda dan pasangan lainnya mengikuti dari belakang.

Iring-ringan penari sufi berjumlah tiga orang, grub marching band, pemusik terbang bonang, dan lainnya ikut meramaikan kirap tersebut. Sontak kirap itu menjadi tontonan masyarakat sekitar yang berada di lokasi.

“Sangat senang bisa ikut nikah massal ini, semoga menjadi pernikahan terakhir,” kata Rutiah, salah satu mempelai perempuan berusia 50 tahun didampingi mempelai pria Suwarno (58), warga Kecamatan Kenduruan – Tuban.

Sementara itu, Bupati Tuban, H. Fathul Huda, menyampaikan kegiatan nikah massal merupakan serangkaian memperingati Hari Jadi Tuban. Semua biaya pernikahan ditanggung oleh Pemkab Tuban.

“Dengan adanya nikah massal ini, kami berharap tidak ada masyarakat Tuban yang ingin menikah, tetapi tidak ada biaya,” ungkap Bupati Tuban.

Dengan nikah resmi ini, Bupati Tuban juga mengatakan pasangan nikah ada jaminan atau kepastian hukum. Sehingga pasangan suami-istri itu sah secara resmi menurut aturan yang ada.

“Kita menginginkan masyarakat mendapat kepastian hukum dengan nikah secara resmi. Makanya kita fasilitasi meraka,” pungkasnya. (rohman)

Ijab kabul salah satu pasangan di dalam Masjid Agung Tuban. (rohman)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan