24 Jam Nonstop, Tuban Literasi Membedah 20 Buku

0
Suasana acara membedah buku di Gedung Puja Sera, GOR Rangga Anoraga Tuban. (Arief Wibowo)

halopantura.com Tuban – Para pecinta buku mungkin belum banyak tahu, ternyata sudah banyak penulis asal Bumi Wali Tuban yang telah menghasilkan karya, dan telah diterbitkan oleh berbagai penerbit di tanah air.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang penulis tersebut, sekelompok pegiat baca tulis yang tergabung dalam Tuban Literasi membedah 20 buku karya penulis asal Tuban. Acara itu dilaksanakan dalam 24 jam nonstop, di Gedung Puja Sera, GOR Rangga Anoraga, Jalan Sunan Kalijogo Tuban, Senin, (24/12/2018)

Kegiatan tersebut dikemas dengan tagline Tuban Darurat Membaca. Merupakan salau satu upaya Tuban Literasi untuk menggeliatkan budaya membaca dan menulis di Tuban.

“Tuban Darurat Membaca menjadi semangat kami untuk membumikan literasi, salah satunya adalah kegiatan hari ini,” kata Mutholibin, ketua panitia, saat membuka acara.

Menurutnya iklim literasi di Tuban masih sangat lesu. Terbukti satu-satunya toko buku di Tuban harus tutup beberapa tahun lalu merupakan indikasi bahwa minat baca masyarakat sangat kurang.

“Satu-satunya toko buku di Tuban tutup, entah karena bangkrut atau kontrak bangunannya habis,” katanya.

Beberapa diantara sederet buku yang dibedah seperti Secangkir Cerita Yang Tertinggal Di Tuban karya Amrullah Ali Moebin, Di Surga Kita Dilarang Bersedih karya Umar Affiq, Eutanasia karya Linda Tria Sumarno, Mahasiswa! Revolusimu Belum Selesai Karya Mutholibin.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Tuban, Joko Wahono yang turut hadir dalam bedah buku mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan itu merupakan acara yang langka karena selama ini budaya literasi hanya digaungkan pada jargon-jargon atau brand pemerintah yang jarang terlihat dalam bentuk nyata.

“Saya sangat mengapresiasi perkumpulan yang membuat acara ini, dan harus kita dukung bersama,” katanya. (wib/roh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here