Anak Yatim Mandiri Tuban Sabet Juara I di Ajang Olimpiade Matematika dan Qur’an

1
Ananda Aril ketika fota bersama sambil menunjukan piala.

halopantura.com Tuban – Anak yatim binaan dari Yayasan Yatim Mandiri Cabang Kabupaten Tuban kembali mengukir prestasi dengan menyabet juara I pada cabang lomba Olimpiade Matematika di ajang Olimpiade Matematika dan Qur’an (OMATIQ) 2017.

Juara satu itu diraih atas nama M. Syahril Zimran, salah satu anak yatim binaan program Sanggar Genius Yatim Mandiri, di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang – Tuban. Perlombaan tersebut dilaksanakan Yayasan Yatim Mandiri Pusat, bertempat di Asrama Haji Pondok Gede dan Dome Kemenpora Senayan Jakarta, sejak tanggal 20 – 22 Oktober 2017.

M. Syahril Zimran, menyabet juara setelah berhasil menyisihkan sebanyak 57 peserta dari 43 Kota atau Kabupaten Se-Indonesia yang mengikuti perlombaan tersebut.

Torehan prestasi itu terbilang mengejutkan, karena Aril (panggilan akrab M. Syahril Zimran, red) masih duduk dibangku kelas 4 MI Mambaul Ulum Landean Klotok. Sedangkan para peserta lomba rata – rata sudah kelas lima dan 6.

“Kita sangat bangga terhadap prestasi ananda Aril. Ananda membuktikan bahwa dia mampu melewati tahapan perlombaan dan keluar sebagai juara I,” ungkap Salahudin, Ketua Yayasan Yatim Mandiri Cabang Tuban, Selasa, (24/10/2017).

Prestasi Aril bukan secara tiba-tiba, tetapi dia terbilang anak yang tekun dan rajin belajar ketika berada di Sanggar Genius Yatim Mandiri. Bahkan, dia telah mempersiapkan segala hal untuk mengahadapi perlombaan bergengsi tersebut.

Seperti contoh dia belajar secara reguler di sekolahnya dan aktif belajar di sanggar genius Klotok. Tidak cukup di situ, Aril juga mengikuti program khusus yakni kelas matematika Sanggar Genius Unggulan (SGU) di kantor Yatim Mandiri Tuban. Program tersebut setiap hari Sabtu – Minggu atau satu bulan 2 kali.

“Program ini memang trobosan untuk menyiapkan adik – adik yatim dalam menghadapi atau mengikuti perlombaan Olimpiade,” ungkap Salahudin

Menurutnya, untuk mengasah kemampuan dan pemahaman, berbagai olimpiade matematika pun telah di ikuti oleh ananda Aril dan kawan-kawannya. Seperti perlombaan OMSI 2 (diselenggarakan oleh KPM), PEMNAS (Unibraw) dan MCR (UNESA).

Menjelang pelaksanaan perlombaan OMATIQ, nyaris tidak ada hari Minggu buat Aril. Karena kalau tidak masuk programSGU, maka Aril akan mengikuti olimpiade eksternal dan ada jam tambahan dari guru geniusnya.

“Tidak ada hari libur, ananda belajar dengan tekun dan gigih. Sehingga perjuangannya itu membuahkan hasil dan selamat datang sang juara,” terang Salahudin.

Atas prestasi itu, ananda berhak membawa pulang uang pembinaan Rp 7.500.000, medali, Trophy dan piagam penghargaan. (mus/roh)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan