Anggota Resmob Gadungan Palak Pemilik Warung

0
Anggota ketika mengamankan pelaku. (Ist)

halopantura.com Bojonegoro – Seorang pria berinisial A (36), warga Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro digelandang aparat kepolisian. Pasalnya, dia melakukan pemerasan kepada pemilik warung dengan modus mengaku sebagai anggota Reskrim Mobile (Resmob) Polres Bojonegoro.

Korban diketahui bernama Warmi (42), salah warga Desa Dagangan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Ia memiliki warung di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

“Pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan,”  kata Kapolsek Temayang, Polres Bojonegoro, AKP Margono, Selasa, (21/8/2018).

Kapolsek menjelaskan kejadian itu bermula saat korban didatangi oleh pelaku di warung miliknya bersama dengan seorang temannya, Iksan. Saat berada di warung, pelaku mengaku sebagai Rizal yang bertugas di Resmob Polres Bojonegoro.

Setelah itu, pelaku mulai menjalankan aksinya dengan pura-pura sedang melakukan operasi miras. Pemilik warung mengaku tidak menjual miras, hanya berjualan kopi.

“Korban mengaku tidak menjual miras,” terang Kapolsek Temayang.

Mendengar pengakuan itu, pelaku tetap mendesak bahwa di warung korban menjual miras, dan menyediakan jasa layanan esek-esek. Serta pelaku juga mengancam korban dengan hukuman 8 tahun karena menjalankan bisnisnya itu. Setelah mengancam dia pergi.

“Keesokan harinya (Kamis, 16 Agustus 2018,red) pelaku kembali mendatangi warung korban,” beberapa Kapolsek Temayang.

Disitu pelaku kembali mengancam korban akan dipenjarakan jika tidak menyediakan uang Rp 5 juta dengan dalil akan digunakan untuk operasional. Karena ketakutan, pemilik warung kopi itu memberi uang Rp 100 ribu.

“Pelaku masih marah-marah  karena uang yang diberikan masih kurang,” tambahnya.

Selanjutnya, korban diajak pergi dengan menggunakan sepeda motor  bernopol S 4484 AE milik pelaku untuk menuju sebuah warung makan depan Polsek Balen. Sesampai di lokasi, pelaku masih meminta uang sebesar Rp 5 juta kepada korban, jika tidak diberi akan dimasukan penjara.

“Karena merasa takut, akhirnya korban  menyerahkan uang sebesar Rp 2.500.000. Yang mana uang tersebut diantar Ruslan ke warung makan depan Polsek Balen dan saat itu uang  diterima oleh pelaku,” ungkap Kapolsek.

Setelah menerima uang, pelaku pergi meninggalkan korban. Dengan raut wajah ketakutan, korban pulang diantar Ruslan dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Temayang.

Mendapatkan laporan anggota langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan.

“Akhirnya pelaku berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan,” pungkasnya. (mus/roh)

Leave a Reply