Asyik Dugem, Perempuan Pengunjung Karaoke Dibawa Petugas BNNK Tuban

0
Kepala BNNK Tuban, AKBP I Made Arjana. (rohman)

halopantura.com Tuban – Petugas gabungan dari Polres, TNI, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, menggelar razia di sejumlah tempat karaoke yang berada di tepi jalur Pantura, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu malam, (24/2/2021).

Dalam razia itu, petugas melakukan tes urine secara sampling kepada para pemandu lagu dan pengunjung karaoke. Hasilnya, petugas mengamankan satu pengunjung perempuan yang tengah asyik dugem di hall tempat hiburan malam atau karaoke.

Perempuan yang diamankan berinisial C (36) asal Kecamatan Kota Tuban. Ia dibawa petugas karena ketahuan positif sebagai pengguna obat terlarang berdasarkan hasil tes urine.

“Satu wanita inisial C positif karnopen, jadi kita bawa ke kantor untuk konseling dan arahnya rehabilitasi,” tegas Kepala BNNK Tuban, AKBP I Made Arjana.

Kegiatan razia yang dilakukan petugas gabungan itu menyasar dua tempat hiburan malam yakni Dunia Karaoke dan Glamour.

Dimana, para pengunjung dan pemandu lagu di tes urine secara sampling oleh petugas. Alhasil, satu tamu karaoke diamankan, dan semua pemandu lagu tidak ada yang terdeteksi atau terindikasi sebagai pengguna obat terlarang berdasarkan hasil tes urine.

“Tes urine secara sampling dilakukan 36 orang di dua tempat karaoke,” jelas Kepala BNNK Tuban kepada wartawan ini.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pencegahan yang dilakukan secara periodik dalam rangka meminimalisir peradaban obat terlarang atau narkotika di tempat hiburan malam. Selanjutnya, kegiatan serupa akan di lakukan kepada penghuni kos maupun hotel yang ada di Tuban.

“Sasaran kali ini tempat hiburan malam, kedepan tidak hanya hiburan malam, tetapi tempat kos dan hotel,” ungkap AKBP I Made panggilan akrab Kepala BNNK Tuban.

Lebih lanjut, petugas gabungan juga memberikan imbauan kepada pengunjung dan pemilik hiburan malam agar mematuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk, semua diminta mematuhi aturan terkait Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan skala Mikro mulai 23 Februari hingga 8 Maret 2021.

“Saat ini Pandemi belum berakhir, semua harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan PPKM agar Pandemi segara berakhir,” pungkasnya. (rohman)

Tinggalkan Balasan