Bangkitkan Pelaku Usaha, Inkago Art Siapkan Rest Area di Jalur Tuban Selatan

0
Foto bersama usai diskusi gagasan ekonomi kreatif. (Ist)

halopantura.com Tuban – Industri Kreatif Anak Muda Ronggolawe Tuban (inkago Art) resmi membuka galery barunya, berlokasi di jalan Raya Barat Jatirogo – Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban. Pembukaan itu ditandai dengan acara diskusi gagasan ekonomi kreatif ini diikuti oleh berbagai pelaku UMKM yang ada di Bumi Wali Tuban, Sabtu, (21/9/2019).

Para pelaku usaha yang hadir dalam acara itu seperti produk makanan, batik, hingga kerajinan baik kayu maupun batik dalam bentuk songkok.  Dalam diskusi tersebut, Sunarsip sebagai Ekonom Nasional asli putra Tuban menjadi pemateri utama.

Sunarsip menekankan sebagai pelaku kreatif tentu harus mimiliki nilai maupun identitas. Sebab, menurutnya pelaku ekonomi krearif ini sudah sangat banyak berkembang diberbagai daerah, tentu identitas atau nilai kedarahannya juga perlu dimunculkan supaya memiliki karakterisktik yang berbeda dengan tempat yag lain.

Ekonomi kreatif tangah menjadi pusat perhatian masyarakat saat Ini, berkembangnya teknologi online memaksa kita tidak bisa lepas dari kebutuhan yang semakin mudah untuk diperoleh.

“UMKM sebagai lokomitif penggerak produk daerah tentu tidak bisa diam ditempat. Harus ada sebuah gerakan maupun gagas guna mengimbangi pesatnya teknologi,” kata Sunarsip.

Selain Sunarsip, pelaku kerajinan songkok batik Tuban, Manaf Abdi mengklaim bahwa karyanya merupakan satu-satunya pruduk pertama di Jawa Timur. Sebab belum ada daerah manapin yang menginovasi batik menjadi songkok.

Manaf juga mempunyai gagasan besar dalam dunia batik yaitu ingin membuat grand desain batik mulai dari ujung kepala hingga kaki. Ia menyebutkan bahwa ada sebuah ketimpangan dalam urusan bergaya.

“Kita pakai sepatu seharga 500.000, jam tanga seharga 1.000.000, tetapi songkok yang tempatnya di kepala harganya hanya 15.000. Maka trobosan yang ia tawarkan bersama Inkago Art adalah membangun inovasi sesuai dengan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Manaf.

Dalam kesempatan yang sama Imam Sofii sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh besar dalam berdirinya Inkago ini berkeinginan seluruh pelaku UMKM yang ada di Tuban dapat bersinergi bersama guna membangun sebuah komonitas ekonomi dari pinggiran. Sebab ia menilai bahwa Jatirogo sebagai jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Rembang, Bojonegoro, dan Blora perlu bentuk semacam rest area dijalur selatan.

Hal senada jug disampaian oleh direktur Inkago Art Husnama Fatih dalam langkah kedepan Inkago Art akan menggandeng semua pihak, pelaku ekonomi kreatif supaya bisa bermitra. Targetnya adalah semua produk dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban ini bisa mewarnai galery ini.

Lokasi yang strategis, selain jalur provinsi, lokasi Kecamatan Jatirogo juga sebagai pintu gerbang masuk Tuban. Demi menyambut wisatawan ataupun pendatang di Kabupaten Tuban maka gagasan resr area sebagai pengenalan produk Tuban dijalur selatan ini perlu diadakan. (ovi/pembaca)

Leave a Reply