Latih Kemandirian, Yayasan Kopernik Luncurkan Ibu Inspirasi

0
Suasana peluncuran program ibu inspirasi. (Musyafa')
Suasana peluncuran program ibu inspirasi. (Musyafa')

Halopantura.com Tuban – Yayasan Kopernik bersama dengan Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), meluncurkan program ibu inspirasi Indonesia Barat tahun 2017. Program lanjutan tersebut dalam rangka melatih kemandirian seorang perempuan untuk menjadi pengusaha atau berwirausaha.

Program yang telah berjalan sejak 2010 silam itu, telah memiliki sebanyak 130 anggota baik dari Kabupaten Tuban maupun Bojonegoro. Selanjutnya, program itu akan menekankan pada pemberdayaan ekonomi perempuan yang menitik beratkan kepada akselerasi bisnis.

“Kami bersama yayasan Kopernik telah bersinergi selama tujuh tahun untuk memberdayakan perempuan di sekitar wilayah operasi, baik Tuban atau Bojonegoro,” ujar Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexi Mawardijaya, usai peluncuran program di Hotel Bali Rich Villa Tuban, Minggu (19/3/2017).

Dalam program itu sudah ada beberapa perempuan yang sukses berkat pendampingan dari Yayasan tersebut. Seperti contoh Ibu Ana, seorang pengrajin batik asal Tuban yang sudah bisa memasarkan batiknya sendiri dan masih banyak lainnya.

“Semua perempuan yang kita bina mendapatkan pelatihan dan pendampingan, baik dalam marketik atau produksi hasil,” terang Yurifa, Associate Program Manager Ibu Inspirasi Indonesia Barat.

Sebagai tahapan awal dalam program itu, tepilih sebanyak 16 perempuan yang terdiri 8 perempuan asal Tuban dan 8 asal Bojonegoro untuk menerima program ibu Insipirasi dari jumlah anggota 130 perempuan. Mereka yang terpilih adalah perempuan yang telah lolos seleksi bisnis pada bulan Januari – Februari 2017 kemarin.

“Mereka yang terpilih akan terus kita dampingi dalam proses untuk membentuk kemandirian berwirausaha. Sehingga penghasilannya dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya,” terang Yurifa.

Lebih lanjut, Yurifa, menjelaskan sistem pendampingan ini akan di lakukan evaluasi secara rutin pada setiap minggu. Sehingga apa yang dihasilkan bisa bermanfaat, terencana dan hasil produksi bisa maksimal.

“Semua itu kita lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap perempuan untuk lebih bisa mandiri dengan usaha yang dimilikinya,” pungkasnya. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan