Berisi Muatan Provokatif, Bawaslu Tuban Amankan Tabloid Indonesia Barokah

1
Komisioner Bawaslu Kabupaten Tuban sedang mengecek isi tabloid Indonesia Barokah. (rohman)

halopantura.com Tuban – Menjelang pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2019, sebuah media cetak diduga bermuatan politik bernama Tabloid Indonesia Barokah beredar di sejumlah masjid di Kabupaten Tuban. Sebelumnya, tabloit itu telah menyebar di Jateng, Jabar, dan Banyuwangi.

Untuk menghindari keresahan masyarakat, maka Bawaslu Tuban telah mengamankan sebanyak 158 paket amplop coklat yang berisi tabloid Indonesia Barokah. Semua tabloit itu diambil anggota Panwascam dari beberapa masjid yang ada di Kabupaten Tuban.

“Tabloit itu dikirim ke masing-masing takmir masjid yang ada di Kabupaten Tuban, dan pondok pesanteran,” ungkap Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tuban, Ulil Abror Al Mahmud, Jumat, (25/1/2019).

Ia mengatakan, diamankan tabloid Indonesia Barokah itu atas perintah Bawaslu Jatim. Karena materi tabloid diduga berisi muatan unsur provokatif, ujaran kebencian, dan black campaign.

“Kita juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan investigasi terkait adanya penyebaran tabloid itu agar tidak menimbulkan keresahan, dan persoalan itu masih dalam kajian,” terang Ulil Abror Al Mahmud.

Menurutnya, untuk mencegah beredarnya tabliod itu, anggota Panwascam langsung mendatangi masjid untuk melakukan kroscek. Dengan data sementara yang diamankan ada sebanyak 158 paket amplop yang setiap amplop berisi 3 eksemplar tabloid Indonesia Barokah.

“Masing-masing amplop yang berisi 3 eksemplar tabloid, dikirimkan oleh redaksi tabloid indonesia barokah yang beralamat di Pondok Melati, Bekasi,” terang Ulil panggilan akrab komisioner Bawaslu Kabupaten Tuban itu.

Lebih lanjut, ia menjelasakan untuk data sementara di wilayah Kecamatan Senori diamankan 10 paket amplop, Tambakboyo 9, Parengan 30, Rengel 51, Jatirogo 29, Montong 29, Palang 36, dan Merakurak 4.

“Masing-masing anggota Panwascam masih mendatangi masjid-masjid untuk memastikan tabloid itu tidak beredar ke masyarakat. Beberapa tabloid juga masih berada di kantor pos,” pungkasnya. (rohman)

1 KOMENTAR

Leave a Reply