Bermodal Rp 9 Juta, Warga Semanding Nekat Jalankan Bisnis Arak

0
Kapolsek Semanding (tengah) ketika memimpin penggerebekan pabrik arak.

halopantura.com Tuban – Tim Saber Miras Polsek Semanding, Polres Tuban kembali membongkar bisnis produksi arak yang berada di sebuah rumah di Dusun Jarum, Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan, Semanding, Tuban.

Produksi arak itu diketahui milik Sukoyo (60), warga desa setempat. Pelaku dalam menjalankan bisnis merah itu dengan modal Rp 9 Juta.

Dengan rincian untuk membeli 2 dandang Rp 6 juta, beli 2 kompor Rp 1,5 juta, dan sisanya untuk membeli bahan-bahan lainnya.

“Pelaku mencoba membuat arak dengan modal kurang lebih 9 juta,” ungkap AKP Desis Susilo, Kapolsek Semanding, Polres Tuban, Senin, (8/10/2018).

Kapolsek Semanding menjelaskan pengungkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah atas keberadaan pabrik arak itu. Setelah itu, anggota melakukan penyelidikan dengan target operasi (TO) yang telah ditentukan.

Hingga akhirnya, anggota mengetahui lokasi pabrik arak, dan dilakukan penggerebekan. Serta diamankan satu pelaku yang diketahui sebagai pemilik pabrik itu, pada Minggu siang, (7/10/2018).

“Pengungkapan itu juga atas perintah dari Bapak Kapolres,” tegas Kapolsek Semanding.

Menurutnya, lokasi tersebut dulunya juga sempat disewa oleh Ali Rohmad warga kecamatan setempat, yang digunakan untuk memproduksi arak. Sekarang pelaku yang diketahui bos arak (Ali Rohmad,red) telah menjalani proses hukum.

“Lokasi pabrik arak berada di rumah pelaku, dulunya sempat disewakan untuk bisnis arak, dan kini digunakan untuk produksi arak lagi,” terang AKP Desis panggilan akrab Kapolsek Semanding.

Dari pengalaman itu, Sukoyo nekat meneruskan bisnis terlarang tersebut dengan modal Rp 9 Juta. Tak lama berselang, lokasi itu kembali dibongkar anggota kepolisian.

“Dari pengalaman sering menyaksikan cara proses pembuatan arak, sampai akhirnya pelaku mencoba membuat arak,” ungkap AKP Desis.

Dari lokasi itu, anggota mengamankan barang bukti sebanyak  384 liter arak siap edar, 3 drum yang berisi 600 liter baceman (bahan baru arak,red), dan beberapa alat untuk produksi arak.

“Arak siap edar yang diamankan juga ada pesanan dari seseorang asal Jawa Tengah, dengan harga Rp 500 ribu untuk satu dus yang berisi 12 botol arak,” pungkasnya. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here