Bersama Petani, Kodim 0813 Bojonegoro Basmi Hama Tikus

0
Para petani Bojonegoro bersama anggota membasmi hama tikus. (Galuh Setiyadi)

halopantura.com Bojonegoro – Tikus sawah merupakan hama utama tanaman padi di Indonesia yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman padi mulai dari proses penyemaian benih sampai panen, bahkan sampai pada proses penyimpanan. Adanya hama tikus sawah merupakan ancaman klasik bagi para petani padi karena dapat menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit.

Maka daripada itu, guna membantu para petani padi yang ada di wilayah Desa Sidobandung Kecamatan Balen, Kodim 0813 Bojonegoro yang bekerjasama dengan pihak Dinas Pertanian Bojonegoro, laboratorium PHPTPH Bojonegoro, dan kelompok-kelompok tani, menggelar kegiatan gerakan pengendalian hama tikus sawah (Gropyok), Jumat (08/12/2017).

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto S. Sos menyampaikan bahwa kegiatan Gropyok tikus sawah ini merupakan salah satu usaha TNI AD dalam memberikan bantuan pendampingan bidang pertanian bagi para petani padi.

“Dengan adanya kegiatan Gropyok ini diharapkan mampu menekan dan mengendalikan hama tikus sawah yang acapkali merugikan para petani. Melalui kerjasama yang baik antara Kodim 0813 Bojonegoro dan seluruh elemen yang hadir, semoga membantu para petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen padi di wilayah Kecamatan Balen ini,” ungkap Dandim Bojonegoro.

Sementara itu Drs. Parno Kabag PHPTPH Distan Bojonegoro menjelaskan, sehubungan dengan instruksi Menteri Pertanian bahwa awal 2018 ini para petani tidak boleh gagal panen, dan inilah wujud nyata usaha Gropyok hama tikus sawah sebagai langkah jitu dalam mengamankan dan meningkatkan kualitas panen padi para petani.

“Saya mewakili pihak Distan dan juga masyarakat tani Kecamatan Balen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kodim 0813 Bojonegoro yang sampai dengan saat ini terus proaktif berjuang bersama para petani dalam usaha mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional,” pungkasnya.

Kegiatan gropyok tikus ini mampu menangkap sekitar 300 ekor hama tikus sawah dengan menggunakan metode pengasapan belerang dan peralatan yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mengendalikan hama tikus sawah. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan