BPBD Tuban : Masyarakat Diminta Waspada Banjir Bengawan Solo

0
Kondisi air di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Minggu, (7/1/2018), sekitar pukul 10.30 Wib.

halopantura.com Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban meminta seluruh masyarakat yang tinggal berada di sepanjang aliran Bengawan Solo mewaspadai ancaman banjir akibat meningkatnya debit sungai.

“Kami menghimbau untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran bengawan solo untuk lebih waspada, meskipun warga sudah terbiasa denga luapan bengawan solo,” kata Joko Ludiono, Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Minggu, (7/1/2018).

Tim BPBD Tuban telah melakukan patroli dibeberapa titik rawan banjir pada Minggu malam. Diantaranya Desa Glagahsari, Kecamatan Soko terpantau aman terkendali baik pemukiman maupun area persawahan.

Selanjutnya, tiga desa yang langganan banjir juga masih terpantau aman. Seperti di Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, dan Desa Patihan Kecamatan Widang.

“Desa Patihan untuk pemukiman terpantau aman terkendali, namun ada sedikit areal persawahan yang terdampak,” beber Joko Ludiono.

Mantan Camat Grabagan itu, berharap semoga untuk wilayah titik rawan banjir selalu aman terkendali. Hal itu mengingat beberapa tempat di empat Kecamatan tersebut akan segera melangsungkan ranen raya padi.

“Kami selalu memberi infomasi dan himbaunan baik via patroli maupun via sosmed, untuk memberi rasa aman khususnya masyarakat Kabupaten Tuban yang berada di aliran bantaran bengawan solo,” ungkap Joko Ludiono.

Joko menambahkan potensi hujan lokal dapat berdampak pada debit tinggi air bengawan solo. Karena tinggi muka air masuk siaga kuning, serta hujan curah hujan dihulu masih intensitas tinggi, dan air laut pasang.

“Semoga aman terkendali, dan masyarakat tetap diminta untuk waspada,” tegas Joko Ludiono. (rohman)

Leave a Reply