Cegah Klaster Baru, Anggota DPRD Tuban Jalani Tes Swab

0
Fahmi Fikroni Anggota DPRD Tuban, ketika mengikuti tes swab dengan hasil negatif Covid-19. (rohman)

halopantur.com Tuban – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban tidak pernah lelah untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Hal itu dilakukan agar tidak muncul klaster baru di tengah Pandemi ini.

Langkah terbaru, Satgas Covid-19 menggelar tes swab buat anggota DPRD setempat. Kebijakan itu diambil buntut dari ada 2 anggota dewan dan seorang staf sekretariat terpapar positif virus corona usai pulang kunjungan kerja (kunker) pada beberapa hari lalu.

Tes swab gratis yang diikuti wakil rakyat itu dilaksakan secara bergelombang dengan menerapkan protokol kesehatan bertempat di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Tes swab dilaksanakan di Labkesda,” ungkap Fahmi Fikroni Ketua Fraksi PKB DPRD Tuban usai jalani tes swab, Selasa, (20/10/2020).

Selain itu, Ketua DPRD Tuban H. Miyadi telah memberikan imbauan atau mewajibkan kepada seluruh anggota dewan untuk mengikuti tes swab yang telah dijadwalkan oleh Satgas Covid-19.

“Kita minta semua (Anggota DPRD, red) ikut tes swab,” ungkap H. Miyadi saat sidang paripurna digedung dewan setempat.

Bahkan, politisi asal PKB itu memberikan ultimatum kepada anggota dewan yang tidak mau mengikuti tes swab tidak di perkenankan untuk mengikuti kunjungan kerja (kunker). Upaya itu untuk kepentingan diri sendiri dan orang lain serta sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

“Kalau tidak swab kunjungan kerja tidak diperbolehkan. Ini demi keselamatan kita bersama,” tegas H. Miyadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Kabupaten Tuban.

Sebatas diketahui, ada sebanyak 2 anggota Komisi III DPRD Tuban dan seorang staf sekretariat dewan dinyatakan terpapar positif Covid-19 usai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah Kecamatan Singgahan dan Parengan pada beberapa hari yang lalu.

Ketiga orang itu masih menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing karena rumahnya memenuhi syarat.

Meskipun ada yang terpapar virus corona, Ketua DPRD Tuban H. Miyadi memastikan belum ada rencana untuk memberlakukan lockdown atau penghentian sementara pada aktivitas di gedung dewan. Tetapi, semua kegiatan yang ada di dewan diminta menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus corona. (rohman)

Tinggalkan Balasan