Dana PKH Dipangkas, Wali Murid Sekolah Dasar Mengeluh

0
Foto Ilustrasi pelajar sekolah dasar. (TRIBUN JABAR/GANI) KURNIAWAN

halopantura.com Bojonegoro – Wali murid SDN Ngumpak Dalem IV, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan dengan dugaan adanya pemotongan dana Progam Keluarga Harapan (PKH) dengan secara bervariasi. Selain pemotongan, banyak wali murid yang dimintai sumbangan oleh pihak sekolah.

Hal itu menimpa Sani (nama samaran, red), salah satu wari murid di sekolahan tersebut. Ia menceritakan bahwa semua orang tua siswa dikumpulkan beberapa bulan lalu. Dalam perkumpulan wali murid itu, pihak sekolah mengharapkan wali murid agar menyumbang sebanyak dua saz semen atau bisa diganti dengan uang Rp 100 ribu dengan alasan untuk meneruskan pembangunan sekolah.

“Beberapa bulan yang lalu semua orang tua siswa dikumpulkan dan diberitahu tentang permintaan sumbangan itu. Permintaan sumbangan itu digunakan untuk meneruskan pembangunan sekolah, bantuan PKH juga dipotong,” kata Sani, Selasa (01/08/2017).

Pemotongan bantuan dana PKH tersebut sangat bervariatif, mulai Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per orang tua siswa. Pemotongan bantuan dana PKH itu dilakukan dengan alasan untuk biaya transport saat pengambilan.

Wali murid banyak yang mengaku jika permintaan sumbangan tersebut permintaan oknum salah satu guru sebagai tali asih. “Kami sangat menyayangkan sekali adanya pemotongan dana PKH. Dana yang seharusnya kami terima utuh harus dipotong untuk transportasi pengambilan,” tambah Sani.

Sementara Kepala Sekolah SDN Ngumpak Dalem IV, Dra. Retnaningsih, mengelak adanya permintaan sumbangan sebagai tali asih yang akan digunakan untuk meneruskan pembangunan dan adanya pemotongan dana PKH untuk transport.

Pihaknya tidak membenarkan adanya dua hal tersebut. Menurutnya, pihak sekolah tidak akan meminta atau menerima sumbangan dari orang tua siswa karena sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk siswa.

“SDN Ngumpak Dalem IV tidak pernah melakukan tarikan atau pemotongan apapun terhadap wali murid. Soalnya sudah ada dana BOS,” terang Kepala Sekolah SDN Ngumpak Dalem IV.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan, Hanafi, sudah menerima laporan adanya permintaan sumbangan dan pemotongan dana PKH di SDN Ngumpak Dalem IV, Kecamatan Dander. Laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti dengan melakukan konfirmasi ke pihak sekolah.

“Kami akan melakukan konfirmasi ke sekolah tentang adanya laporan itu. Kami juga akan mendatangi ke lokasi untuk membuktikan adanya laporan itu,” jelas Hanafi. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan