Debu Semen di Stasiun Bongkaran Babat Masuk Rumah Warga

0
Lokasi stasiun Babat untuk bongkar truk semen. (Atmo)
Lokasi stasiun Babat untuk bongkar truk semen. (Atmo)

halopantura.com Lamongan – Lokasi bongkaran truk muatan semen yang berada di area stasiun Babat, tepatnya berada di Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan di keluhkan warga setempat. Pasalnya, debu yang berasal dari serbuk semen itu masuk ke rumah warga dan mengganggu aktivitas, Rabu, (3/5/2017).

Lokasi tersebut sebagai tempat bungkar muat truk semen yang akan di muat ke gerbang kereta api. Sehingga ketika siang hari beberapa warga memilik untuk menutup pintu rumahnya untuk menghindari debu semen masuk rumah.

Bahkan warga yang bermukim di area pinggiran stasiun Babat itu merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Pemicu utamanya karena terganggu oleh debu semen yang berterbangan setiap harinya.

“Setiap hari debu semen sering masuk rumah jika tidak ditutup,” terang Anik salah satu warga setempat.

Lebih parahnya lagi, setiap hari warga harus membersihkan rumah lebih dari satu kali. Bukan hanya halaman rumah yang selalu kotor dengan debu semen, namun debu tersebut juga masuk rumah warga melaluhi ventilasi rumah.

“Debu itu sampai masuk ke ruang dapur  hingga prabot rumah tangga selalu kotor dengan debu semen,” tambah Anik.

Selain itu, Anik menjelaskan bahwa  debu tersebut menggangu kesehatan pada anak – anak. Karena akibat debu itu anaknya sering mengalami penyakit batuk atau sesak nafas.

“Debu itu setiap hari bertebaran yang mengganggu kebersihan rumah bahkan kesehatan pula,” ujar Anik.

Lanjutnya, Anik mengatakan, warga yang tinggal di sekitar stasiun bongkar  tidak pernah pernah mendapatkan bantuan kesehatan dari pihak terkait. Hanya ada pemberian bingkisan lebaran yang di lakukan satu kali dalam setahun.

“Jadi setiap hari harus membersihkan rumah dan menyiram air untuk mengurangi debu yang nempel di dinding  serta halaman rumah, bantuan setiap tahun aja,” tegas Anik kepada wartawan halopantura.com.

Hal senada juga dikatakan Atin salah satu warga setempat yang mengeluh adanya debu tersebut. Khususnya debu tersebut sangat mengganggu untuk pernafasan. (at/roh)

Tinggalkan Balasan