Demo Aktivis PMII Memanas di Depan Kantor Pemkab Tuban

1
Suasana massa aktivis PMII Tuban ketika di depan kantor Pemkab Tuban.

halopantura.com Tuban – Aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban diwarnai dengan membakar boneka berbentuk pocong berwarna putih, dilakukan di tengah jalan Kartini di depan kantor Pemkab Tuban, Jum’at, (2/2/2018).

Aksi bakar itu dilakukan lantaran massa kesal, dan sebagai bentuk protes terhadap sikap Bupati Tuban, H. Fathul Huda lantaran tak kunjung menemui massa. Bahkan para aktivis juga mengungkapkan kekecewaannya dengan menulis sebuah kata-kata di atas aspal jalan yang bertuliskan hati nurani bupati mati dan beberapa tulisan lainnya.

“Kita meminta Bupati keluar, karena setiap kita menggelar aksi tidak pernah menemui. Kita meminta ditemui bupati,” kata Ketua PMII Cabang Tuban Habib Mustofa dalam orasinya.

Aksi yang kedua kali ini sempat menjadi perhatian masyarakat yang melintas dilokasi karena massa melakukan aksi teatrikal yang menceritakan kesengsaraan petani jika dilakukan impor beras.

“Nasib petani harus diperhatikan,” teriak salah satu massa dalam aksi teatrikal itu.

Usai itu sempat ada ketegangan antara massa dengan aparat keamanan lantaran para pendemo ingin masuk ke kantor Pemkab Tuban. Akibatnya aksi dorong dengan pihak keamanan di depan gerbang pintu masuk kantor Pemkab tak bisa dihindarkan.

Beruntung ketegangan itu bisa diredam oleh aparat keamanan setelah ada kepastian Bupati Tuban akan menemui massa. Selang setelah itu, Bupati Tuban dengan dikawal ketat aparat keamanan mau menemui massa di halaman kantor Pemkab.

Dihadapan Bupati Tuban, Ketua Cabang PMII Tuban menyampaikan tuntutannya diantaranya menolak impor beras yang akan dilakukan pemerintah pusat. Karena kebijakan itu sangat menyengsarakan petani yang berada di daerah.

Selain itu, dia juga menyuarakan agar Bupati mampu mengatasi persoalan pupuk di tahun 2018 ini. Supaya tidak terjadi kelangkaan pupuk disaat musim tanam yang dapat menyengsarakan para petani.

“Kita minta di 2018 ini tidak ada lagi persoalan pupuk atau mafia pupuk yang merugikan petani, dan kita meminta supaya alokasi anggaran buat kesejahteraan petani ditingkatkan,” kata Ketua PMII Cabang Tuban.

Menanggapi hal itu, Bupati Tuban menyampaikan setiap tahun anggaran pertanian di Tuban selalu ditingkatkan. Termasuk Pemkab Tuban juga memberikan bantuan berupa bibit, alat pertanian dan lainnya buat para petani.

“Semua itu kita lakukan demi kesejahteraan para petani, dan sekarang tinggal adik-adik terkait kepedulian itu terus dipelihara,” ungkap Bupati Tuban.

Masalah pupuk, Bupati menjamin selama tahun ini stok ketersedian pupuk buat petani aman. Termasuk persoalan pupuk pemerintah sangat sigab dengan dibantu oleh TNI-Polri dalam pengawasan supaya pupuk bersubsidi tidak disalah gunakan.

“Di tahun 2018 masalah pupuk buat petani Tuban sangat aman,” tegas Bupati Tuban. (rohman)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here