Dihadang Belasan Anak Punk, Sopir Truk Trailer Pilih Hantam Rumah di Jalur Pantura

0
Video yang viral terkait truk trailer hantam rumah saat dihadang belasan anak punk. (foto tangkap layar)

halopantura.com Tuban – Sebuah truk trailer tanpa muatan menabrak sebuah rumah yang berada di jalur Pantura Tuban tepatnya di jalan Tuban-Semarang, Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu, (27/2/2021).

Kecelakaan lalu lintas itu dipicu karena sopir truk menghindari belasan anak punk yang tengah menghadang di tengah jalan untuk mencari tumpangan. Beruntung dalam insident tersebut tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia.

Kejadian tersebut terekam kamera handphone dan video berdurasi 10 detik langsung viral di media sosial (medsos) baik Facebook maupun Instagram. Sontak, peristiwa itu juga dibanjiri komentar para nitizen.

“Kasihan sopirnya ngak salah, ujungnya ganti rugi kerusakan rumah warga,” tulisan salah satu komentar dari akun Instagram bernama Nurrrohimat93.

Kejadian itu bermula saat truk trailer tanpa muatan bernopol B 9193 UEL yang dikemudikan Agus Suliyat (40), warga Desa Semanding, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen.

Truk itu melaju dengan kecepatan sedang dari timur ke barat dan berusaha mendahului kendaraan lainnya. Namun, ketika sampai dilokasi kejadian tiba-tiba muncul belasan anak punk yang menghadang truk itu di tengah jalan untuk mencari tumpangan.

Merasa terkejut, sopir truk akhirnya banting setir ke arah kanan dan menghantam sebuah bangunan rumah yang berada di tepi jalur Pantura.

“Truknya menghindar saat dicegat anak-anak Punk yang mencari tumpangan,” terang AKP Darmono, Kapolsek Tambakboyo, Polres Tuban.

Rumah yang rusak akibat dihantam truk trailer itu diketahui milik Syaiful (64), warga Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan kepada anggota polsek setempat.

Mendapat laporan, anggota langsung datang ke lokasi kejadian untuk meminta keterangan sejumlah saksi. Serta anggota juga mengamankan sejumlah anak punk yang berasal dari Jawa Barat untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.

“Untuk pemilik rumah dan sopir truk sudah sama-sama menyadari dan damai. Sedangkan para anak punk kita amankan dan kita lakukan pembinaan,” pungkasnya. (rohman)

Tinggalkan Balasan