Dokter RSUD dr. Koesma Tuban Dianggap Lecehkan Institusi DPRD

2
Suasana pemanggilan pihak rumah sakit umum daerah bersama dengan anggota dewan Tuban. (Ist)
Suasana pemanggilan pihak rumah sakit umum daerah bersama dengan anggota dewan Tuban. (Ist)

halopantura.com Tuban – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban meradang akibat ulah salah satu dokter RSUD dr Koesma Tuban. Pasalnya, ada dugaan institusi terhormat wakil rakyat itu dilecehkan di media sosial terkait kinerja anggota dewan.

Dugaan pelecehan itu dilakukan dr. Idrus, Sp.OT, M.Ked dengan menulis status di akun facebook. Terlihat dalam status akun bernama Idrus Ba pada 14 Mei 2017, pukul 19.40 Wib, bertuliskan “anggota DPR Tuban kok keple* alis beg*. Istri Perawat jadi anggota DPR. Sekarang sok tahu kesehatan. Ngak tabayun”.

Pemicu pelecehan itu karena Komisi C DPRD Tuban menyoroti kinerja atau pelayanan di rumah sakit umum yang kurang baik. Selanjutnya, kerana tidak terima dilecehkan, anggota dewan langsung memanggil pihak rumah sakit bersama dengan pemilik akun.

Namun sungguh disayangkan, dr. Idrus memilih meninggalkan gedung dewan dulu sebelum acara selesai. “Acara belum selesai, dia (dr. idrus) meninggalkan ruangan rapat,” terang Rasmani, Ketua Fraksi Nasdem Nurani Rakyat DPRD Tuban, Rabu, (17/5/2017).

Menurutnya, pemanggilan ini bagian dari untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban terkait adanya pelecehan institusi dewan yang dilakukan oleh dokter rumah sakit di media sosial. Kejadian itu sepatutnya tidak perlu ada, karena anggota dewan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Harapan kedepan kejadian itu tidak terulang lagi, khususnya menjelekan kinerja anggota dewan di media sosal dengan perkataan yang tidak ada dasarnya,” ungkap politisi senior partai Nasdem tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Tri Astuti, salah satu anggota dewan dari partai Gerindra, mengaku bahwa kritik terkait pelayanan rumah sakit itu untuk perbiakan kedepan. Ternyata ada yang tersinggung dengan pernyataan tersebut.

“Teman – teman merasa tersinggung dengan perkatan itu, tetapi saat ini sudah klir dan saya tidak mau memperkeruh suasana. Intinya kedepan kejadian ini bisa dijadikan pelajaran yang baik buat semua,” terang Tri Astuti.

Sementara itu, dr. Zainul Arifin, Direktur RSUD dr. Koesma Tuban, mengatakan kegiatan ini untuk silahturahmi dalam rangka menjaga hubungan baik antar lembaga. Serta dengan kejadian ini, Direktur akan selalu membina dan melakukan pengawasan terhadap pegawai atau dokter.

“ Kita terus melakukan pembinaan dan evaluasi terkait kejadian ini, dan tidak ada sangsi dalam kejadian itu. Karena kita sudah saling memaafkan dalam pertemuan itu,” terang dr. Zainul usai rapat dengan anggota dewan.

Mediasi itu juga di hadiri beberapa anggota dari Komisi A sampai Komisi C DPRD Tuban dan beberapa anggota Fraksi dewan. Turut hadir pula badan kehormatan dewan dalam kegiatan itu. (rohman)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan