DPRD Bojonegoro Nilai Kontraktor Jalan Kurang Perhatikan Keselamatan

0
Suasana rapat bersama. (Piping Dian P)

halopantura.com, Bojonegoro – Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, memanggil Kontraktor, Dinas Pekerjaan Umum bina marga Kabupaten Bojonegoro, Polantas Kabupaten Bojonegoro, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, untuk mengevaluasi proyek jalan vetran yang menghabiskan anggaran kurang lebih Rp10 milyar Senin (18/12/2017).


Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro, Fauzan mengatakan, dalam proyek perbaikan Jalan tersebut pihak kontraktor telah mengabaikan keselamatan masyarakat pengguna Jalan.

Pasalnya selama proyek Jalan tersebut dikerjakan telah terjadi kurang lebih ada sepuluh Insiden laka lantas. Hal ini dikarenakan kurangnya rambu-rambu lalu lintas serta minimnya penerangan di malam hari.

“Ini perlu kita dalami, jangan sampai ada korban laka, apalagi korban jiwa. Maka dari itu kita perlu mencari solusi yang terbaik,” katanya.

Dalam hearing tersebut dirinya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum untuk menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Pekerjaan Umum.

“Kami telah melakukan inspeksi mendadak, maka dari itu kami ingin tahu langkah apa yang akan diambil oleh Dinas PU,” Imbuhnya.

Sementara itu Iwan Sofian selaku Kabid Jalan dan Prasana Dinas Pekerjaan Umum Bina marga pada kesempatan ini menjelaskan bahwa pihaknya mengaku telah memasang rambu-rambu dalam pengerjaan proyek Jalan tersebut namun jumlahnya terlalu minim.

“Kalau tidak ada rambu tidak pak, tapi tempat dan jumlahnya minim, maka dari itu kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman perhubungan, karena setelah kami berkoordinasi kami dipinjami rambu-rambu dari Dinas Perhubungan. Yang menjadi kendala setelah pemasangan rambu-rambu ini sering hilang,” Ujarnya.             

Iwan Sofian dalam kesempatan ini juga mengeluhkan dimana di Jalan Veteran tersebut juga dilakukan pembangunan Hotel.

“Kalau bapak lihat sehabis hujan itu Jalanan menjadi licin dan tidak ada kebersihan, tetapi sehabis kejadian kemarin oleh Dinas Perhubungan sudah ditutup dengan perjanjian apabila mereka mau lewat harus membersihkan badan Jalan yang terkena lumpur. Jadi langkah kita yang sudah kita lakukan yakni menambah rambu,” Jelasnya.

Terkait dengan penerangan Iwan Sofian mengaku pada hari kamis pihaknya telah mendatangkan lampu. Namun baru terpasang dan menyala pada hari Jumat.

“Jadi sudah kita tindak lanjuti. Terkait dengan korban sudah kami temui dan kita kasih santunan,” Tambahnya.    

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Zainuri, menuding bahwa dalam pengerjaan proyek perbaikan Jalan Veteran tersebut pihak terkait terkesan asal-asalan dan tergesa gesa. Adapun selain itu Nasuha politisi dari Fraksi Hanura yang sekaligus anggota Komisi D, DPRD Kabupaten Bojonegoro, menyikapi dengan tergesa gesanya perbaikan proyek tersebut sehingga mengabaiakan masalah perijinan Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dambil berjalan.

Menanggapi fakta tersebut, Ismail dari kontraktor meminta maaf kepada DPRD sekaligus masyarakat pemakai jalan di Bojonegoro.”Kami minta maaf dan selesai proyek jalan itu diperkirakan tanggal 27 Desember 2017. Pekerjaan sudah mencapai 72 persen,” Tuturnya. (dian/roh)

Tinggalkan Balasan