DPRD Tuban Dorong Tim KP3 Selidiki Keberdaan Mafia Pupuk

0
Ilustrasi petani ketika akan memberi pupuk buat tanamannya. (KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN)

halopantura.com Tuban – Masalah mafia pupuk yang diduga mengakibatkan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Tuban perlu di selidiki secara mendalam. Hal itu ditegasakn oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban.

“Masalah atau keberadaan mafia pupuk perlu di selidiki. Itu tugas dari Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Tuban,” kata H. Rasmani, anggota Komisi B DPRD Tuban, Jum’at, (3/11/2017).

Wakil rakyat juga menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban untuk menganggarkan dana secara maksimal demi penguatan tim KP3. Dengan harapan kinerja dari tim KP3 lebih maksimal dalam mengawal keberadaan pupuk supaya tidak disalah gunakan.

“Kita memberikan peluang besar kepada pemerintah untuk menggencot anggaran buat penguatan tim KP3, agar kinerjanya lebih maksimal,” ungkap H. Rasmani, politisi senior asal Partai Nasdem Tuban.

Sebelumnya, Ketua DPRD Tuban, H. Miyadi, mengungkapkan kelangkaan pupuk di Tuban salah satunya dipicu adanya mafia pupuk. Kondisi itu membuat para petani resah karena kesulit mendapatkan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan tanamannya.

Baca : https://www.halopantura.com/kelangkaan-pupuk-bersubsidi-ketua-dprd-tuban-itu-ada-mafia-pupuk/

Namun, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, sejauh ini belum mendapat kabar atau laporan jika kelangkaan pupuk disebabkan adanya mafia pupuk. Dinas mengaku bahwa stok pupuk buat petani Tuban aman.

“Stok pupuk di Tuban masih aman, dan para petani tidak perlu khawatir. Masalah mafia pupuk biar yang lain yang menanggapi, tetapi sejauh ini belum ada laporan tentang adanya mafia pupuk,” kata Murtaji, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban.

Saat ini tim KP3 juga telah turun di lapangan untuk melakukan pengecekan dan pengawasan tentang keberadaan pupuk atas beredar isu adanya kelangkaan pupuk. “Tim KP3 saat ini telah turun kelapangan untuk pengawasan terhadap pelaksanaan pendistribusian pupuk,” tegas Murtaji.

Sebatas di ketahui, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK) Kabupaten Tuban pada tahun 2017 adalah sebasar 382 ribu ton pupuk bersubsidi. Realisasi oleh pemerintah sebesar 110.546 ton pupuk. Selain itu, Kabupaten Tuban juga mendapatkan tambahan pupuk bersubsidi 22 ribu ton. (rohman)

Tinggalkan Balasan