Dua Napi Lapas Tuban Kabur Setelah Terobos Kawat Berduri

2
Petugas menunjukan denah Lapas Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Kabupaten Tuban, Danang Yudiawan, menjelaskan kronologis kejadian terkait dua narapidana yang kabur dari sel tahanan, pada Minggu siang kemarin, (28/5/2017).

Baca : https://www.halopantura.com/pengamanan-dipertanyakan-siang-bolong-dua-napi-lapas-tuban-kabur/

Dua napi itu kabur setelah sukses mengelabuhi petugas dengan menyusup di area terlarang Lapas Tuban. Kemudian memanjat tembok pagar yang berada di selatan, hingga berhasil menerobos kawat berduri dengan menggunakan bantuan sandal dan beberapa botol plastik air mineral.

“Meraka kabur setelah berhasil menyusup dan sembunyi di area steril (terlarang,red). Selanjutnya memanjat tembok hingga menerobsos kawat berduri, dugaan menggunakan alat bantu sandal dan botol plastik,” jelas Kalapas Tuban, ketika jumpa pers di ruangan Kalapas, Senin, (29/5/2017).

Kalapas lebih menyoroti, kejadian napi kabur bermula dari kelalaian petugas dapur yang berinisial HS yang telah melanggar standard operating procedure (SOP) Lapas. Petugas dapur itu mengambil kunci pada pagi hari di laci ruang jaga untuk membuka area steril yang dilarang.

“Yang bersangkutan (petugas dapur, red) membuka area steril tanpa ada pengawasan petugas, dan teranyata kunci itu juga dititipakan ke warga binaan tanpa pengawasan pula,” jelas Danang panggilan akrabnya.

Menurutnya, area steril itu disepakati bersama untuk di larang di buka saat hari libur atau Minggu, tanpa ada pengawasan petugas. Tetapi petugas dapur membuka area itu tanpa diawasi atau didampingi petugas.

“Ada dugaan kuat bahwa dua warga binaan itu menyusup atau sembuyi di area itu,” terang Danang.

Wajah napi yang kabur, Dzulkifli (kiri) dan Zainudin.

Setelah itu, Kata Danang, area itu di kunci kembali oleh warga binaan atas permintaan pegawai dapur. Kemudian petugas dapur sama sekali tidak melakukan pengecekan kembali di area itu dan hanya menerima kunju dari warga binaan.

“Selanjutnya kunci itu dikembalikan petugas di laci lagi,” terang Danag.

Baca : https://www.halopantura.com/tahanan-kabur-dpr-ri-minta-kalapas-tuban-wajib-bertanggung-jawab/

Lebih lanjut, dengan kondisi seperti itu dugaan kuat bawa dua warga binaan yang telah sembunyi diarea itu melakukan aksinya. Kemudian memanjat tembok selatan dan berahasil kabur.

“Saat ini masih pengejaran dengan bantuan anggota Polres,” ungkap Danang. (rohman)

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan