Empat Hari Dirawat, Begini Kondisi Korban Pembacokan di Cafe QQQ Tuban

0
AKP Iwan Hari Poerwanto, ketika diwawancarai. (rohman)

halopantura.com Tuban – Empat hari dirawat, korban pembacokan di lantai 2 Cafe QQQ Tuban sudah mulai membaik. Namun begitu, Lik Il (45) warga Desa/Kecamatan Tambakboyo masih dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Koesma Tuban.

“Kondisi korban mulai sehat, dan masih dirawat,” kata AKP Iwan Hari Poerwanto, Kasat Reskrim Polres Tuban, Sabtu, (27/1/2018).

Korban mengalami luka robek pada leher sebelah kiri sepanjang 30 cm, lebar 5 cm, dengan kedalaman 8 cm akibat terkena sebilah parang yang dilakukan oleh Satpam Cafe, Sutrisno. Pelaku yang merupakan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Tuban telah ditahan di Mapolres Tuban.

“Pelaku telah ditahan guna proses hukum lebih lanjut,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Gresik tersebut.

Pelaku dijerat dengan pasal 351 dan atau 354 KHUP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban luka. Dengan ancaman hukuman pidana paling lama delapan tahun penjara.

“Tersangka dikenakan pasal penganiayaan berat,” tambah Iptu Agus EP, Kasubag Humas Polres Tuban.

Pemberitaan sebelumnya, kejadian berdarah itu bermula saat korban bersama tiga temannya datang ke cafe untuk menikmati hiburan di lantai 2. Selanjutnya, mereka berempat duduk di meja nomo 12, Selasa malam, (23/1/2018).

Selang beberapa jam, terjadi keributan antara kelompok korban dengan kelompok pengunjung lainnya yang berada di meja nomor 3 lantaran diduga sedang mabuk. Mengetahui hal itu, Satpam caffe langsung naik ke lantai dua untuk melerai keributan tersebut.

Usaha Satpam tak membuahkan hasil, sehingga satpam turun ke lantai satu untuk mengambil sebilah parang. Satpam pun kembali naik ke lantai atas dan menyabetkan parangnya tepat mengenai leher korban sebelah kiri.

Baca : https://www.halopantura.com/sadis-leher-pengunjung-cafe-qqq-tuban-ditebas-parang/

Korban langsung terkapar dilantai dua dengan darah segar keluar dari leher korban. Melihat kondisi itu, para pengunjung lainnya panik dan ketakutan. Selanjutnya, korban dilarikan dirumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here