Gejolak Pedagang, Ratusan PKL Demo Kantor Pemkab Bojonegoro

0
Massa pendemo ketika menyampaikan aspirasi di depan kantor Pemkab Bojonegoro.

halopantura.com Bojonegoro – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini mangkal di trotoar dan bahu jalan di depan pasar Bojonegoro menggelar demo di kantor Pemkab setempat. Mereka menolak tempat berjualannya digeser ke lokasi dalam pasar, Senin, (5/11/2018).

Dalam aksinya para pendemo menyuarakan agar tetap bisa berjualan di depan pasar Kota Bojonegoro, dan siap untuk diatur.  

“Kami siap diatur dan tetap bisa berjualan seperti semula,” teriak para peserta demo.

Selain itu, di depan kantor Pemkab mereka juga membentangkan spanduk dengan beberapa tulisan. Seperti “Pokoke emoh pindah”, Ngopeni Ngayomi, Ngopeni pie”, dan beberapa tulisan lainnya.

Setelah puas melakukan orasi, perwakilan massa pendemo masuk ke dalam Pemkab, dan ditemui oleh Anna Muawanah, Bupati Bojonegoro, dan didampingi beberapa pejabat Pemkab. Ia diharapkan para pendemo mengaku akan mencarikan solusi terbaik buat para pedang.

Bupati Anna juga mengatakan bahwa setiap pemimpin punya visi dan cara pandang untuk mensejahterakan rakyatnya.

“Kepada bapak ibu seyogyanya dalam penyampainya tidak ilfil dulu terhadap pemerintah yang sekarang, namun sampaikan dengan produktif dan solutif sehingga masyarakat pedagang bisa berdagang dengan baik dan omset naik,” terang Bupati Bojonegoro.

Ia juga menambahkan Pemkab Bojonegoro mempunyai program prioritas bagi warga Bojonegoro karena APBD Bojonegoro untuk warga Bojonegoro. Serta Pemkab tidak berniat untuk menyengsarakan pedang, tetapi ingin mensejahterkan.

“Tidak ada sedikitpun niat menyengsarakan rakyat Bojonegoro, semua untuk kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala satpol PP Achmad Gunawan mengatakan, sesuai kesepakatan tertanggal 6 November. Maka para PKL, akan ditata untuk masuk ke dalam halaman pasar.

“Besuk siang kami akan bantu para pedang untuk bisa ditata,” ungkapnya. (mus/roh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here