Getik Kesambi, Kuliner Unik Bisa mengobati Pegal Linu

0
Menikmati getik Kesambi. (Galuh Setiyadi)
Menikmati getik Kesambi. (Galuh Setiyadi)

Bojonegoro, halopantura.com – Jika masyarakat sudah sering makan ayam bakar, soto dan menu lainnya. Maka tidak salahnya jika pencinta kuliner mencicipi kuliner unik yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Kuliner itu bernama Getik Kesambi yang berasal dari Desa Beji, Kecamatan Kedewan.

Selain bikin perut terasa kenyang, kuliner yang satu ini juga dapat mengobati penyakit dan kaya akan manfaat. Salah satunya mampu mengobati asam urat, pegal dan linu bagi penikmat makanan khas itu.

Karena banyak manfaatnya itulah, warung Mbak Sri banyak dikunjungi oleh warga, baik dari luar maupun warga Kabupaten Bojonegoro sendiri. Warung yang sangat sederhana itu akan ramai pengunjung saat hari pasaran.

Banyak pedagang dari luar Desa Beji sengaja menyempatkan datang kewarungnya untuk menyantap kuliner Getik Kesambi ini. Mbak sri, pencipta kuliner Getik Kesambi mengatakan bahwa satu porsi nasi, daun kesambi dan ayam hanya dibandrol harga Rp 15.000.

“Banyak pelanggan beli daun kesambi ini karena menyimpan banyak manfaat dan khasiat salah satunya mengobati asam urat serta pegal-pegal dan linu,” terangnya, Sabtu, (01/4).

Mbah Uti, Warga Desa Beji menuturkan, daun getik kesambi ini merupakan warisan nenek moyang sejak jaman dahulu. Getik kesambi ini sebelumnya hanya disajikan pada ritual tertentu seperti nyadran, telasan (akhir bulan Ramadhan), masakan wajib saat Idul Fitri dan saat ada hajatan seperti mantu ataupun sunatan.

Namun sekarang banyak warga yang menanam tanaman tersebut di pekarangan rumah. Sehingga daun kesambi itu mudah dipetik untuk bahan makanan itu. Daunya harus muda atau baru saja trubus.

“Biasanya pada waktu musim kemarau seperti ini daun kesambi banyak diambil oleh warga setempat untuk membuat menu itu,” ungkapnya.

Proses pembuatannya, setelah daun dipetik dari pohon, maka daun akan dipilih yang muda kemudian direbus sampai matang. Kemudian ditiriskan dengan diremas-remas hingga tak tersisa air rebusan. Setelah selesai kemudian dijemur sampai kering.

“Penjemuran ini menentukan cita rasa daun kesambi ketika dimasak nanti,” tambahnya.

Daun kesambi kering sebelum diolah akan direbus kembali, agar rasa semakin enak. Warga Desa beji punya trik khusus saat perebusan yakni menggunakan air cucian beras ‘banyu leri’ agar menambah cita rasa dan membuat tekstur kesambi menjadi empuk.

Bumbu yang digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar dan kencur serta garam dan ditambahkan keluwek yang dihaluskan. Setelah halus bumbu ditumis kemudian dimasak bersama ayam kampung dan daun kesambi yang telah direbus.

Terakhir memasukkan santan kedalam masakan yang telah mendidih dan getik kesambi siap dihidangkan. Cita rasa gurih dan aroma wangi membuat siapapun tak sabar menyantap sayur yang ternyata berkhasiat untuk menyembuhkan asam urat dan pegel linu ini. (Gal/roh)

Tinggalkan Balasan