Hidup Sebatang Kara, Winarto Tinggal di Kandang Kambing

0
Winarto ketika mendapat bantuan. (Galuh S)

halopantura.com Bojonegoro – Winarto (16), remaja yatim piatu asal Dusun Kaliasin, Desa Sambong, Kecamatan Gondang Bojonegoro, hidup sebatangkara, setelah kedua orangtuanya meninggal akibat penyakit stroke dan lumpuh.

Untuk berteduh dari panas dan hujan, Winarto hidup disebuah rumah yang berukuran 20 meter persegi. Rumah itu juga digunakan kandang kambing dengan berdinding papan yang dipenuhi lubang.

Saat turun hujan kondisi rumahnya bocor. Bahkan ketika tidurnya winarto beralaskan tikar yang menyatu dengan kandang kambingnya. Melihat itu, Polres Tuban langsung datang dilokasi untuk membatu remaja tersebut, Jum’at (01/12/2017).

Kondisi Winarto ini menarik simpati Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro. Kedatangan tim Polres Bojonegoro ini disambut bahagia Winarto. Didampingi kepala desanya, Winarto mengaku tidak menyangka kondisinya mendapat simpati dari polisi.

“Terima kasih pak polisi, memang saya hidup sendiri saat ini,” kata Winarto.

Winarto mengaku sejak ditinggal orangtuanya, dia hanya mencari rumput untuk makan kambingnya. “Tiap hari hanya cari rumput untuk makan kambing. Ini kambing orang tua saya dan kini saya rawat. Mereka meninggal sejak 10 tahun dan akhirnya meninggal,” ucap Winarto dengan tegar.

Sementara Kapolres Wahyu mengaku bersyukur telah bersilaturahmi dengan Winarto. Mudah-mudahan silaturahmi yang terjalin bisa berkesinambungan.

“Alhamdulillah, sudah kita sambangi anaknya. Ke depan rencana akan kita bantu nanti untuk perbaiki rumah,” tegas Kapolres Wahyu.

Kasat Lantas Bojonegoro, AKP Aristianto, menambahkan kehadiran mereka untuk memberikan dukungan moral dan semangat. Apalagi, Winarto menjadi anak yatim piatu dan hidup sebatangkara.

“Selama ini pula rumahnya menjadi saksi bisu bocah semata wayang mengisi hari-harinya merawat kedua orang tuanya selama masih hidup. Kemudian dalam kondisi sakit, hingga saat ini tinggal sebatang kara karena orang tuanya telah tiada,” tambah Kasat Lantas Aristianto.

Kasat Lantas Aristianto berharap ke depan kehidupan Winarto lebih layak dan maju. Dia pun berpesan agar Winarto untuk tidak patah semangat.

“Selama ada usaha, maka masa depan yang lebih baik tidak mustahil dapat terwujud,” pesan Kasat Lantas Aristianto kepada Winarto. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan