Ide Kreatif, Mahasiswa Tronojoyo Madura Ubah Sampah Jadi Briket

0
Nahdliyatul Mahmudah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Oleh: Nahdliyatul Mahmudah*

halopantura.com Madura – Zaman terus berkembang, tentunya inovasi harus terus dilakukan. Inovasi baru nampaknya tidak luput dari perhatian dan ide kreatif dari mahasiswa kelompok 54 KKN Tematik Mandiri Universitas Trunojoyo Madura di Desa Soket Laok, Tragah, Bangkalan.

KKN ini didampingi oleh Ibu Rahmawati, selaku dosen pembimbing. Ia selalu memberikan ide segar, kreatif dan inovasi baru buat para mahasiswa. Salah satunya, produk unggulan KKN 54 UTM  yakni pemanfaaatan barang-barang bekas.

Kali ini sasarannya adalah sampah dedaunan dan ranting kering .Alasan utama pemilihan daun dan ranting kering ini adalah tidak lain karena  hampir sepanjang jalan Desa Soket Laok banyak ditumbuhi pepohonan yang lebat, seperti sawo, nangka, bambu, rambutan, dan masih banyak yang lainnya.

Sampah dedaunan dan ranting kering yang kerap kali memenuhi sepanjang jalan desa, terlebih lagi karakter jalan di desa ini adalah masih tanah asli dan jalan setapak. Sabtu (19/01/2019) dilakukan kegiatan penyuluhan pemanfaatan dedaunan dan ranting kering menjadi  briket atau pengganti arang dan batu bara.

Hal ini menjadi inisatif kelompok KKN 54 UTM  untuk mengurangi sampah dan memberikan  pengetahuan baru kepada masyarakat Desa Soket Laok bagaimana pemanfaatan barang bekas yang ada di lingkungan sekitar, khususnya sampah dedaunan dan ranting kering..

Pengolahan yang baik dan benar sampah dedaunan dan ranting kering ternyata mampu  menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan praktis bagi kehidupan sehari-hari. Proses pembuatannya cukup mudah yakni dedaunan dan  ranting kering dibakar sampai menjadi abu, kemudian abu dihaluskan dengan cara ditumbuk.

Setelah abu sudah halus maka langkah selanjutnya ditambahkan tepung kanji dan air  hangat secukupnya dan diaduk hingga merata. Adonan  briket dibentuk sesuai selera, biasanya bentuknya antara lempengan atau kotak. Setelah briket sudah jadi, maka tinggal proses penjemuran sekitar dua sampai tiga hari bergantung cuaca dan panas terik matahari guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Kelebihan dari briket ini selain proses pembuatannya sangat mudah dan sederhana, dilihat dari segi pemakaian juga lebih praktis dan ramah lingkungan, serta lebih tahan lama daripada batu bara (arang) yang sering  dijumpai di pasaran.

*Anggota Kelompok KKN 54 Universitas Trunojoyo Madura

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here