Ini Tanggapan Ketua MPR Tentang Patung Dewa Klenteng Tuban

4
Zulkifli Hasan. (Ist)

halopantura.com Tuban – Kontroversi keberadaan patung dewan Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri kokoh di Klenteng Tuban, ditanggapi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan. Pasalnya, patung yang belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) tersebut diresmikan oleh Ketua MPR, pada Senin (17/7/2017) lalu.

“Saya datang dalam rangkaian acara Peringatan Ulang tahun atau memorial, bukan mengizinkan pendirian Patung,” jelas Zulkifli Hasan, Rabu, (2/8/2017).

Menurutnya, kehadiran di Klenteng Tuban saat itu dalam rangka menghadiri undangan untuk peringatan ulang tahun Kwan Sing Tee Koen ke 1857. Menghadiri undangan tersebut penuhi dengan itikad baik persaudaraan.

“Harus digaris bawahi bahwa Izin mendirikan patung, berapa tinggi dan besarnya bukan wewenang Ketua MPR,” tegas Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa kewajiban Ketua MPR adalah menjaga kebhinnekaan, merawat keberagaman dan mengayomi semua golongan. Hal itu termasuk kelompok Tionghoa di Tuban.

“Kita semua adalah saudara sebangsa,” ungkapnya.

Sebatas diketahui, Patung dewan itu dengan ketinggian 30,4 meter tersebut dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,5 miliar dari salah satu donatur asal kota Surabaya. Patung yang berada di Tuban tersebut juga memecahkan rekor MURI sebagai patung tertinggi se-Asia Tenggara.

Namun hingga saat ini patung dewa tersebut masih menyisakan beberapa persoalan. Salah satunya adalah Pemkab Tuban belum menerbitkan IMB terkait keberadaan patung tersebut.

Baca : https://www.halopantura.com/polemik-patung-dewa-klenteng-begini-tanggapan-umat-pengurus-akui-sesuai-prosedur/

(rohman)

Penyerahan rekor MURI kepada pengurus Klenteng Tuban. (rohman)

4 KOMENTAR

  1. Pemkab Tuban tdk perlu meminta pihak Klenteng mengurus semua hal terkait perizinan, dan kemudian Patung PAHLAWAN CHINA itu tetap berada di situ.
    Ingat,
    INI INDONESIA, BUKAN CHINA !!!!!

Tinggalkan Balasan