Investasi 10 Bajaj Tuban Capai Rp 600 Juta

0
Kondisi kendaraan Angling yang dikelola PT Ronggolawe Sukses Mandiri. (rohman)

halopantura.com Tuban – Investasi 10 armada Angkutan lingkungan (Angling) yang dikelola BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri mencapai sekitar Rp 600 juta. Sehari driver kendaraan itu diwajibakan setor sebesar Rp 150 ribu kepada pengelola.

“Satu kendaraan harganya sekitar Rp 60 juta, dan sementara kita siapkan 10 Angling,” kata Direktur Utama PT Ronggolawe Sukses Mandiri, Hadi Karyono Soemodinoto, Jum’at, (27/7/2018).

Sepuluh kendaraan yang menyerupai bajaj dengan motif batik itu beroperasi sampai 24 jam dengan bebas trayek. Serta keberadaan bajaj itu diklaim pengelola mampu menjadi solusi trasportasi wisata, dan masyarakat Tuban, khususnya warga yang berada di komplek perumahan disaat malam hari membutuhkan transportasi.

“Kendaraan ini dapat menjadi solusi transportasi dalam kondisi hujan dan dimalam hari karena beroperasi selama 24 jam,” ungkap Hadi Karyono Soemodinoto.

Selain itu, kendaraan roda tiga itu diharapkan mampu menjadi layanan transportasi yang khas dan unik di wilayah Bumi Wali Tuban. Serta menjadi salah satu alat transportasi buat wisatawan yang berkunjung di Tuban.

“Keberadaan kendaraan itu diharapkan mempu meningkatkan gairah wirausaha bidang transportasi bagi warga Tuban,” jelas Hadi panggilan akrab Direktur Utama PT Ronggolawe Sukses Mandiri.

Menurutnya, sehari driver kendaraan itu di wajibkan setor Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, dan sisa dari penghasilan menjadi hak driver. Sedangkan bahan bakar (bensin, red) kendaraan ditanggung sendiri oleh driver.

“Driver Angling tidak ada gaji pokok, dan tarif kendaraan Rp 6 ribu perkilometer. Mempunyai beban angkutan 3 orang atau sekitar 282 kg,” ungkap Hadi usai launching kendaraan tersebut.

Lebih lanjut, Hadi menambahkan angkutan ini tidak akan mengganggu angkutan kota atau becak yang sudah beroperasi di kawasan Tuban. Tetapi angkutan itu akan saling mendukung dalam meningkatkan perekonomian Tuban.

“Cara order jasa angkutan ini juga bisa menggunakan telpon ke operator, nantinya driver akan menuju lokasi,” tambah Hadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tuban Muji Slamet, menjelasakan angling tidak memiliki trayek khusus, bebas beroperasi dimanapun. Meski demikian, pihaknya memberikan batasan dan larangan operasional angling.

“Angling dilarang menaikkan penumpang di trayek angkutan kota yang sudah ada. Serta dilarang menaikan penumpang di sepanjang jalan dari kawasan Parkir Wisata Sunan Bonang (Jl. AKBP Soeroko) hingga lokasi wisata Sunan Bonang (Jl. KH. Mustain),” ungkap Muji Slamet.

Pemberitaan sebelumnya, Pemkab Tuban telah memberikan lampu hijau terhadap angkutan lingkungan (Angling) untuk beroperasi di jalan wilayah Kabupaten Tuban. Hal itu ditandai dengan launching dan sosialisasi penyelenggaraan Angling yang dilakukan Bupati Tuban, H. Fathul Huda, di gedung Korpri Tuban, Jum’at, (27/7/2018).

Baca : https://www.halopantura.com/non-trayek-akhirnya-bajaj-tuban-boleh-beroperasi/

Angkutan yang menyerupai bajaj itu merupakan program Dinas Perhubungan yang dikelola BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri. Jumlah armada yang telah disiapkan sebanyak 10 bajaj yang bisa beroperasi di semua jalur Tuban termasuk melintas di jalur tukang becak. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here