Jaringan Kawal Jatim, Temukan Dugaan Kecurangan Ujian Nasional SD di Sampang

0
Ilustrasi pelaksanaan ujian
Ilustrasi pelaksanaan ujian

halopantura.com Sampang – Jaringan Kawal Jawa Timur, Koordinator Daerah Sampang, menemukan dugaan adanya indikasi kecurangan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2017, yang dilaksanakan selama tiga hari kemarin, sejak Senin kemarin sampai Rabu, (17/5/2017).

Ketua Jaringan Kawal Jawa Timur Koordinator Daerah Sampang, Sidik mengungkapkan bahwa penemuan itu berawal dari informasi masyarakat setempat.  Kalau ada dugaan kecurangan dalam pelaksanaan USBN di salah satu sekolah di Kecamatan Tambelangan.

Pria yang akrab disapa Didik itu menjelaskan, setelah pihaknya memantau langsung ke sekolah tersebut, ternyata terindikasi ada sejumlah guru yang sengaja mengubah jawaban ujian yang dikerjakan para siswanya. Dengan cara setelah para pengawas ujian pulang.

“Kalau hal itu benar-benar terjadi, maka telah menunjukkan sikap  melanggar peraturan yang berlaku,” terang Didik, Kamis, (18/5/2017).

Didik menegaskan, laporan itu langsung ditindak lanjuti oleh Jaringan Kawal Jawa Timur dan meninjau langsung ke sekolah. Ternyata indikasi itu masih dilakukan.

“Itu tidak boleh dengan alasan apapun karena jelas menyalahi aturan dan melawan hukum sesuai PP Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, pasal 36, 181, 67, 170,” ujarnya.

Lebih lanjut, adanya indikasi praktik kecurangan itu, pihaknya akan melaporkan kepada Disdik Kabupaten Sampang. Supaya persoalan ini tidak lagi terjadi di lembaga pendidikan lain.

“Kalau praktek seperti ini dibiarkan, maka jelas ini sebuah kemunduran dari sistem pendidikan di Kabupaten Sampang,” bebernya.

Menanggapi itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, salah satu Kepala Sekolah, hanya menyampaikan beberapak kata. Serta membantah bahwa ada praktek tersebut di lembaga pendidikannya saat pelaksanaan ujian.

“Kita hanya mengkroscek saja, takut ada kesalahan nama dan alamat siswa,” bantah salah satu kepada Kepala Sekolah di Kecamatan Tambelangan. (lutfi/roh)

Tinggalkan Balasan