Jatuh dari Perahu, Bocah Perempuan Tewas Tenggelam

1
Petugas ketika berada di lokasi kejadian untuk memintai keterangan.

halopantura.com Tuban – Banjir luapan air Bengawan Solo yang melanda wilayah Kabupaten Tuban kembali memakan nyawa manusia. Kali ini korban merupakan seorang bocah perempuan, Ulifatul Lutfia Mayasa (12), warga Desa Ngadipuro, Kecamatan Widang Tuban.

Korban meninggal dunia akibat tenggelam disaat bermaian menggunakan perahu rakitan di area persawahan yang terkena banjir, tepatnya di Dusun Tanggir, Desa Patihan, Kecamatan Widang, Minggu sore, (25/2/2018).

“Korban meninggal dunia akibat tenggelam lantaran tidak bisa berenang,” kata Iptu Agus EP, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Humas Polres Tuban menjelasakan kejadian itu bermula sekitar pukul 12.30 Wib. Saat itu korban bersama temannya, Dika Arum Melati, usai pulang dari kegiatan olimpiade di MTs Model Babat menuju rumah korban.

Setelah itu, korban berganti baju lalu pergi berjalan kaki bersama temannya di jalan Dusun Tanggir yang tergenang air Bengawan Solo dengan ketinggian sekitar 70 cm. Sesampai dirumah Dika Arum Melati, korban bermain air di depan rumah.

Usai bermain, korban bersama temannya berjalan kaki menuju rumah Riyamah yang berjarak 50 meter dari rumah Melati untuk mengambil perahu rakit bambu dengan ukuran 70 cm x 300 cm.

“Setelah dapat perahu rakitan, korban bersama Melati (teman, red) naik ke perahu,” jelas Agus EP kepada wartawan ini.

Posisi korban saat itu berada di belakang, Melati sebagai penggayuh perahu. Namun saat perahu rakit baru berjalan sekira 20 meter tepatnya dilokasi kejadian korban terjatuh.

“Korban terjatuh di dalam air, dikarenakan ketika naik perahu bergerak-gerak,” jelas Iptu Agus EP.

Mantan KBO Satlantas Polres Tuban menambahkan korban terjatuh ke dalam air yang menggenangi sawah dengan kedalaman air sekitar 3 meter. Mengetahui korban jatuh, temannya langsung berteriak minta tolong.

“Korban tidak bisa berenang dan langsung tenggelam, setelah itu datang banyak warga yg mencari korban, dan korban di temukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

Pemberitaan sebelumya, Hendrik Budy Prasetio (18) remaja warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban meninggal akibat tenggelam di area persawahan di desa setempat yang tergenang banjir Bengawan Solo.

Baca : https://www.halopantura.com/remaja-tenggelam-di-banjir-bengawan-solo-ditemukan-tewas/

Korban meninggal lantaran tidak kuat berenang saat sedang berenang di area persawahan yang terkena banjir. Sedangkan temannya bisa berenang dan berhasil menyelamatkan diri sampai di tepi. (rohman)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan