Kader Banser Bumi Wali Digembleng Tanamkan Jiwa Nasionalisme

0
Proesi pembukaan Akademi Banser di Kecamatan Rengel Tuban. (Ist)

halopantura.com Tuban – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Rengel, Kabupaten Tuban, menggelar Akademi Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kegiatan itu diikuti sebanyak 203 pemuda dari berbagai daerah di Kecamatan Rengel, di lapangan Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kamis, (3/8/2017).

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari dan merupakan angkatan kedua yang digelar PAC GP Ansor Rengel. Yang mana di dalamnya terdapat dua agenda besar, yakni Diklatsar Banser dan Bhakti Sosial penebaran 10.000 bibit ikan Nila di Waduk Ngerong Pekuwon.

Selain itu, Kegiatan tersebut sebagai upaya strategis pendidikan kader muda militan Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga nantinya kader mampu mengemban amanah untuk menghadapi tantangan di masa depan.

“Materi dasar ke-NU-an diberikan supaya mereka bisa membentengi diri mereka dari paham Radikal yang dapat memecah Persatuan dan Kesatuan NKRI,” kata Ketua PAC GP Ansor Rengel, M Mudzir.

Beberapa materi disampaikan dalam Diklat-Sar itu, meliputi pengetahuan dasar tentang Ke-NU-an, Ke-banser-an, Aswaja, dan Amaliyah-Amaliyah NU. Materi-materi tersebut diberikan supaya peserta dapat membentengi diri dari paham radikal yang saat ini mulai merambah di Bumi Wali Tuban.

Lebih lanjut, dengan kegiatan itu diharapkan para peserta mampu membangun kesadaran pada diri kader muda tentang An-Nahdliyah li-Indonesia, sebagai spirit dan energi gerakan. Selain itu, dapat membentuk kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan gerakan, demi meneruskan cita-cita organisasi dan perjuangan para Ulama NU.

“Secara organisasi bertujuan menyiapkan kader-kader pemimpin tingkat menengah dalam tubuh GP Ansor,” tegas M Mudzir.

Sementara itu, Saiful Aris Wakil Sekretaris Bidang Pengkaderan PC GP Ansor Kabupaten Tuban, mengungkapkan, bahwa dalam aturan main organiasi, seluruh calon anggota Banser dan Ansor sebelum menjadi anggota, terlebih dahulu harus mengikuti pelatihan pengkaderan.

“Itu proses dan tahapan yang harus dilalui, karena kita (Ansor.red) tidak ingin ada anggota yang tidak memahami ajaran Ahlussunah Wal Jamaah, apalagi memiliki pemikiran mau mengubah sistem negara NKRI, bagi NU dan Ansor, Pancasila dan NKRI itu sudah final,” Kata Saiful Aris. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan