Ketua Komisi A DPRD : Karyawan Hotel Resor Tuban Didominasi Tenaga Kontrak

0
Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, ketika di wawancarai awak media. (Musyafa')

halopantura.com Tuban – Kabar mengejutkan berhembus dari rumah wakil rakyat yang berada di pojok bundaran Patung, di jalan Letda Sucipto Tuban. Kabar itu terkait karyawan yang bekerja di Hotel Resor Tuban Tropis didominasi tenaga kerja kontrak.

Di hotel tersebut memperkerjakan sebanyak 33 karyawan baik perempuan dan laki – laki. Dari jumlah karyawan itu, hanya ada empat karyawan tetap dan sisanya adalah sebagai karyawan kontrak.

“Mayoritas yang bekerja di hotel itu adalah karyawan kontrak. Karyawan tetap hanya ada empat orang dari total sebanyak 33 karyawan, sisanya tenaga kontrak,” ungkap Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Supriyanto, Sabtu, (28/5/2017).

Mengacu pada Undang – undang tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Agung menjelasakan, hanya ada lima jenis tenaga kontrak yang diperbolehkan dengan sistem outsourcing. Diantaranya, jenis pekerjaan cleaning service, keamanan, transportasi, katering dan pemborongan pertambangan.

“Aturan itu sudah di jelasakan dan dijabarkan di dalam Undang – undang Ketenagakerjaan,” tegas politisi senior asal Partai Amanat Nasional (PAN) Tuban.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa dengan kondisi seperti itu nantinya anggota dewan akan mengagendakan kunjungan kerja di lokasi (hotel, red) itu. Hal itu untuk memastikan tenaga kerja yang bekerja di hotel tersebut sesuai dengan aturan undang – undang yang berlaku.

“Hasil temuan ini akan kita sampaikan ke pimpinan, selanjutnya dalam waktu dekat akan kita akan agendakan kunjungan kerja di hotel itu,” janji pria warga Kecamatan Semanding itu.

Baca : https://www.halopantura.com/hotel-resor-tuban-dituding-abaikan-pengolahan-limbah-cair/

Namun sungguh disayangkan, pihak hotel belum memberikan jawaban secara resmi terkait kabar itu. Ketika ditemui di hote yang berada di jalan Basuki Rahmad, Tuban, pengelola hotel hanya menyarankan untuk bertanya kepimpinan utama.

Selanjutnya, ketika dimintai nomor handphoe yang bisa dihubungi terkait masalah itu. Lagi – lagi pihak hotel enggan memberikan tanggapan dengan alasan nanti aja. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan