Kinerja Buruk, Puluhan Mahasiswa Demo Kantor DPRD Sumenep

0
Secara simbolis, perwakilah mahasiswa memberikan kado kepada dewan. (Sapraji)

halopantura.com Sumenep – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam forum pembela rakyat Sumenep (FPRS) menggelar aski unjuk rasa di kantor dewan setempat. Mereka menilai kinerja wakil rakyat tersebut sangat buruk dan perlu diperbaiki, Selasa, (25/7/2017).

Depan kantor dewan mereka menuding bahwa selama ini dewan sering menghabiskan uang dengan kegiatan kungker. Sehingga para mahasiswa itu memberikan rapot merak kepada wakil rakyat.

“Kunker – kunker yang selam ini hanya menghabiskan uang rakyat, lebih baik di tiadakan saja mas itu kungker,” jelas Korlap aksi Homaidi.

Selain itu, para pendemo menuding bahwa anggota dewan belum bisa mensejahterakan rakyat. Serta banyak kegiatan yang dilakukan dewan untuk kepentingan diri sendiri.

“Anggota DPRD di nilai kurang memiliki etos dalam kinerjanya, makanya dalam evaluasi kami DPRD Sumenep pantas di bri rapor merah,” beber Homaidi.

Rapot merah itu dinilai para pendemo mulai tahun 2016 kemarin, tentang pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPB-D) molor Hal itu menunjukan anggota tidak serius,

“Kita memnta Gubernur memberikan sangki dengan tidak di cairnya honor selama 6 bulan,” jelas Korlap aksi itu.

Lebih lanjut, rapot buruk itu juga terlihat di tahun 2017 KU-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran) yang di targetkan selesai bulan Juli, tetapi masih belum selesai.

Usai melakukan orasai, para pendemo di sambut baik oleh ketua DPRD Sumenep, Herman. Ia mengaku sangat ber apresiasi terhadap kontrol dari masyarakat dan kami akan mengevaluer kinerja internal dewan”ungkapnya”.

“Kami sebagai nahkoda kapal, ayok kita bersama-sama menghadapi batu karang dan ombak yg kita hadapi”,kata H. Herman Ketua DPRD Sumenep. (aji/roh)

Tinggalkan Balasan