Koleksi Museum Kambang Putih Tuban 5.774 Benda Bersejarah

0
Salah satu koleksi benda di Museum Kambang Putih Tuban.
Salah satu koleksi benda di Museum Kambang Putih Tuban.

halopantura.com Tuban – Museum Kambang Putih yang berada di jalan Kartini, tepatnya berada pojok Alun-alun Tuban memiliki sebanyak 5.774  jenis koleksi benda-benda kuno. Keseluruh koleksi itu, merupakan peninggalan sejarah yang didapat  dari Kabupaten Tuban.

Beberapa jenis koleksi diantaranya seperti patung Keramik dari abad ke14 yang berasal dari Jingdezhen Provinsi Jiangxi, yang ditemukan dilaut utara Tuban. Serta ada Nekara dari bahan perunggu, Arca  Mahakala, dan masih banyak peninggalan benda kuno lainnya.

Selain itu, ada yang membuat pengunjung tertarik adalah koleksi jangkar berlengan empat dengan ketinggian sekitar 182 centi meter. Koleksi itu ditemukan di wilayah Kecamatan Bancar Tuban, yang merupakan jangkar kapal bala tentara Monggol yang dikirim ke jawa oleh Khubilah Khan (kaisar mongol pada 1260 – 1294, red) untuk menyerang Kertanegara pada tahun 1293.

Tak hanya itu, alat membuat batik dan berbagai motif batik asal Tuban juga menjadi koleksi di museum tersebut. Seperti kain tenun batik gedok motif Lok Can yang berasal dari Desa Margorejo, Kecamatan Kerek – Tuban.

Kepala Museum Kambang Putih, Santi Puji Rahayu, saat di konfirmasi mengatakan bahwa didalam museum ini terdapat  sebanyak 5.774  jenis koleksi yang didapat dibeberapa tempat berbeda diwilayah Tuban. Koleksi terakhir yang dibawa dimuseum ini adalah Lapik Fatma yang merupakan tempat duduk dewa dari bahan batu andesit.

“Tempat duduk dewa itu dibawa ke museum ini pada tahun 2014 yang diambil dari makam Meneng di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban,” ungkap Santi Puji Rahayu ini.

Dengan banyaknya  koleksi benda di museum ini, Santi Puji Rahayu, mengatakan bahwa pengunjung yang datang selalu meningkat. Pada bulan Maret kemarin sebanyak 948 pengunjung, kemudian bulan April ada sebanyak 1.452 pengunjung.

“Pengunjung yang datang disini dari berbagai kalangan masyarakat. Seperti pengunjung dari Mahasiswa hingga anak Paud, serta masyarakat umum,” tegas Santi Puji Rahayu. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan