Lampau Target, Tuban Sebagai Produksi Jagung Tertinggi Nasional

0
Jokowi melakukan panen raya jagung bersama petani Tuban pada Maret 2018. (rohman)

halopantura.com Tuban –  Pemerintah Kabupaten Tuban meraih penghargaan sebagai Pencapaian Peningkatan Produksi Jagung tertinggi tingkat Nasional. Penghargaan ini diberikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto, Kepada Wakil Bupati Tuban,  Noor Nahar Hussein.

Penyerahan penghargaan dilakukan pada acara Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, Kedelai Provinsi Jawa Timur, dan Persiapan Penyusunan angka ramalan (Aram) I tahun 2018 di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (12/07/2018).

Penghargaan yang baru pertama kali diberikan oleh Kementan ini adalah Apresiasi yang didasarkan pada evaluasi Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi tahun 2017 di banding tahun 2016 lalu yang mengalami peningkatan signifikan produksi padi, jagung dan kedelai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, menjelaskan bahwa Penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Tuban ini adalah diukur dari musim tanam pada bulan Oktober 2016 sampai dengan September 2017. Dari tahun itu mengalami peningkatan produksi jagung dan tidak terlepas dari keberhasilan pelaksanaan program peningkatan LTT di Kabupaten Tuban pada tahun 2017.

Secara nasional dari target  LTT untuk produksi Jagung di Tuban seluas 97.067 Ha dapat terealisasi 119.118 Ha atau 122.7 Persen dengan produksi mencapai 606.163 ton dan produktifitas sebesar 5.4 ton per Ha.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, Kabupaten Tuban berhasil menjadi yang tertinggi di Jatim dimana jatim merupakan tertinggi tingkat nasional dalam peningkatan produksi Jagungnya,” kata Mantan Camat Bancar ini.

Lebih lanjut Murtadji menuturkan bahwa areal tanam jagung di Tuban tersebar diseluruh kecamatan,  namun ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi tanam jagung terbesar diantaranya meliputi Kecamatan Montong dengab luas 16.626 Ha, Kecamatan Kerek seluas 17.079 Ha,  Kecamatan Grabagan seluas 10.584 Ha dan Kecamatan Semanding seluas 10.502 Ha.

Sementara itu Wakil Bupati Tuban mengungkapkan bahwa Peningkatan produksi jagung di Tuban  tak lepas dari upaya intensifikasi pertanian yang ditingkatkan melalui adopsi inovasi teknologi pertanian kepada petani, poktan dan gapoktan yang salah satunya dikembangkan dengan pola tanam tumpang sisip.

Selain itu keberhasilan pembangunan disektor pertanian di Tuban juga karena adanya program Peningkatan infrastruktur dan penyediaan sarana dan prasarana pertanian,  pengembangan Sumber Daya Air pertanian meliputi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian, peluasan jaringan irigasi tersier dan kwarter melalui pengadaan Pompanisasi dan pipanisasi, pembangunan embung dan optimalisasi pemanfaatan Sumber Daya air lainnya serta optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) .

“Dengan produksi jagung yang tinggi tersebut juga dapat menumbuhkan potensi investasi yang dapat dikembangkan dari komoditas jagung antara lain untuk usaha penangkaran/pembenihan jagung, industri tepung jagung, industri makanan ringan berbahan dasar jagung, industri pakan ternak dan limbah hasil panen jagung”. Jelas Wabup asal Rengel tersebut. (mus/roh)

Tinggalkan Balasan