Langganan Musim Kemarau, Pemkab Tuban Dinilai Gagal Atasi Kekeringan Air Bersih

0
Warga Kabupaten Tuban rela antri untuk mendaptakan air bersih.

halopantura.com Tuban – Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk mengatasi atau mengurangi dampak kekeringan air bersih dinilai gagal oleh wakil rakyat. Pasalnya, setiap tahun dimusim kemarau masyaratak Kabupaten Tuban bisa dipastikan di landa krisis air di beberapa daerah.

“Setiap tahun wilayah Tuban selalu di landa kekeringan air bersih, ini menunjukan lemahnya program pemerintah dalam rangka menanggulangi dampak kekeringan,” ungkap Cancoko, anggota dewan dari Fraksi Partai Demokrat.

Cancoko menilai daerah terdampak kekeringan air bersih itu sangat mudah di ketahui sebelum musim kemarau tiba. Sehingga Pemkab Tuban jauh hari mengantisipasi hal itu supaya tidak terjadi kekeringan air bersih yang dapat merugikan warga.

“Kita sangat sedih, jika setiap tahun selalu ada warga yang masih kekerungan air bersih di saat musim kemarau tiba. Nampaknya itu selalu terjadi setiap tahun di wilayah Tuban,” ungkap politisi asal Kecamatan Palang.

Di musim kemarau tahun ini, tercata ada sekitar sembilan Kecamatan dari dua puluh Kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban dilanda krisis air bersih. Bahkan potensi wilayah kekeringan di Tuban terus meluas di saat muism kemarau pada tahun ini.

Upaya untuk mengatasi kekurangan air bersih buat warga, Pemkab Tuban setiap hari melakukan distribusi air bersih di desa-desa terdampak buat warga. Setiap hari minimal tiga tangki air bersih di kirim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban buat warga terdampak.

Tiga tangki itu dengan kapasitas rata-rata 6 ribu liter air untuk dua tangki, dan satu tangki kapasitas 5 ribu liter air. Serta sampai dengan Minggu kemarin, (15/10/2017), tercatat Pemkab Tuban sudah mendistribusikan air bersih sebanyak 322 tangki buat warga terdampak.

“Kejadian itu harus menjadi perhatian serius, jangan sampai setiap musim kemarau tiba, warga Tuban terkena dampak kekeringan yang begitu luas daerahnya. Selanjutnya ditetapkan status tanggap darurat bencana, itukan tidak baik,” jelas Cancoko kepada wartawan ini.

Baca : https://www.halopantura.com/krisis-air-bersih-bupati-tuban-tetapkan-status-tanggap-darurat-bencana-kekeringan/

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, menjelasakan bahwa Pemkab Tuban telah berupaya membuat program untuk mengurangi dampak kekeringan air bersih buat warga jika musim kemarau tiba. Salah satunya membuat tandon air di beberapa desa yang menjadi langganan terdampak kekeringan air.

“Bupati telah berkomitmen di setiap kunjungan tidak ingin lagi pada tahun depan terjadi kekeringan air bersih, dan minimal daerah dampak kekeringan berkurang. Sehingga jika ada potensi sumber air, maka akan dilakukan pengeboran air bawah tanah,” jelas Sekda Tuban.

Baca : https://www.halopantura.com/salurkan-83-tandon-tetapi-bumi-wali-masih-mengalami-krisis-air-bersih/

Lebih lanjut, jika ada dearah yang sulit terdapat sumber mata air, nanti akan disediakan tandon air untuk mengurangi dampak kekeringan. Kemudian pada tahun depan juga akan ditambah armada kendaran buat pengiriman air bersih.

“Semua upaya itu telah dilakukan Pemkab Tuban untuk mengurangi dampak kekeringan,” jelas Sekda Tuban. (rohman)

Tinggalkan Balasan