Lebih Dekat, Kang Yoto Cerita Kisah Perjalan Hidup Kepada Pelajar

0
Kang Yoto ketika berbagi kisah perjalanan hidup dihadapan para pelajar. (Piping Dian Permadi)

halopantura.com Bojonegoro – Sambut awal tahun baru 2018 Bupati Bojonegoro Dr. H. Suyoto M.Si memberikan motivasi dengan menceritakan kisah perjalanan hidup kepada para pelajar di SMAN 1 Balen. Motivasi ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para pelajar dalam menimba ilmu di awal tahun usai libur panjang, Rabu (03/1/2108).

Kepala sekolah SMAN 1 Balen Dra Rokhani Cahyaning Pratiwi, M. Pd dalam laporannya menyampaikan, motivasi siswa dan orang tua ini adalah kegiatan yang sangat penting, dalam upaya menata masa depan anak – anak SMAN Balen utamanya yang sebentar lagi akan lulus dari jenjang SMA.

” Momentum ini agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin apalagi motivasi langsung dari Bapak Bupati Bojonegoro,” katanya

Ditambah Doktor H Suyoto, M.Si dihadapan siswa dan orang tua sangat berbahagia dan bergembira bisa bersama dengan generasi penerus masa depan bangsa dan Bojonegoro. Mengawali pertemuan ini Bupati menanyakan kepada para siswa siapa yang ingin keluar dari desanya.

Kemudian kepada orang tua juga menanyakan hal yang serupa. Pertanyaan kedua adalah apakah anak anak ingin menjadi orang kaya. “Dengan cara apa besok mendapatkan uang?” Tanya Bupati

Para pelajar pun kompak menjawab, “Dengan bekerja,” ucap para pelajar.

Bupati Bojonegoro dalam kesempatan ini menceritakan pengalamanya saat mendapatkan bea siswa di xinhua China. Disana kebanyakan pertanyaan adalah bagaimana cara hidup dan bagaimana mendapatkan uang. “Sedangkan di bangsa dan kabupaten kita membicarakan tentang uang itu hal yang tabu,” imbuhnya.

Kini keterbukaan membicarakan uang adalah perspektif masa depan, Kang Yoto juga menceritakan tentang perjalanan hidup mulai menempuh pendidikan jenjang SD sampai perguruan tinggi.

Semenjak dijenjang MA  beliau sudah mengajar kitab dan ngaji dilingkungannya, momentum pertama adalah ketika ada tawaran untuk mengajar di alumninya semasa kuliah dulu. Akhirnya keputusan utamanya adalah menjadi dosen swasta.

Diusia 35 tahun kang Yoto menjadi rektor di perguruan tinggi ternama di Malang. Kemudian masuk diranah politik dan menjabat Bupati, kini politisi Partai amanat Nasional itu sering mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara di Brazil, Vatikan, dan beberapa negara di dunia. Tekad semangat dan kemauan serta bagaimana membahagiakan dan memberi manfaat bagi orang lain.

” Saat ini banyak yang mengaku petani namun tak punya laha , maka tak salah jika kemiskinan menjadi akrab bagi kita,” Jelasnya.

Bupati menceritakan bahwa bekal utama adalah ilmu dan pengetahuan, bukan materi . Karena banyak pengalaman bahwasannya bekal materi tak menjamin.

Bupati dimasa sekolah MI dulu sempat menjadi korban bullying kemudian akhirnya Drop Out. Kemudian karena keberanian akhirnya memutuskan kembali bersekolah bermodalkan tekad untuk sekolah kembali.

Meski orang tua yang hanya tukang kayu, namun minat dan tekad untuk hidup yang tinggi. ” Kemudian masuk di Pondok Talun, karena bayarnya bisa saat panen atau akhir tahun,” Tegasnya.

Kini anak anak SMA di Bojonegoro mendapatkan DAK Pendidikan. Seiring waktu pengalaman tentang hidup dan cita cita bupati mengalami peningkatan. Semangat datang dari sang kakak yang berhasil mendapatkan bea siswa ke salah satu perguruan tinggi di timur tengah. (dian/roh)

Tinggalkan Balasan