LPPM Universitas Bojonegoro Kembali Selenggarakan Sekolah Lapang Pertanian

0
suasana penyuluhan program Sekolah Lapang Pertanian. (Galuh Setiyadi)

halopantura.com Bojonegoro – Lembaga Penilitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro kembali menggelar Sekolah pertanian di Empat Desa, yakni Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan dan Deaa Bonorejo, Kecamatan Gayam Bojonegoro. Penyuluhan program Sekolah Lapang Pertanian ini bekerjasama dengan ExxonMobile Cepu Limited (EMCL) yang berlangsung di Balai Desa Gayam, Sabtu (23/12/2017).

Ketua Yayasan Suyitno, Arief januarso menjelaskan, acara bertemakan “Persiapan Penanaman Padi Untuk Petani Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, dan Brabowan” ini sebagai wujud nyata kontribusi Universitas Bojonegoro untuk masyarakat dan bentuk tanggung jawab sosial EMCL bagi Masyarakat Bojonegoro.

“LPPM kembali menyelenggarakan skolah lapang pertanian dengan tema persiapan penanaman padi untuk petani desa gayam, diharapkan dengan sekolah lapang pertanian yang kesekian kalinya ini bisa mengerti tata cara penanaman padi yang baik dan benar sehingga nantinya bisa menghasilkan panen padi yang berkualitas baik,” katanya.

Penyuluhan dibuka dengan pembekalan materi dasar kepada peserta Sekolah Lapang Pertanian mengenai tata cara mempersiapkan penanaman padi ketika akan memasuki musim tanam.

Mulai dari penentuan benih hingga yang cocok untuk ditanam, selain itu tata cara seleksi benih, sistem penyemaian yang baik, dan juga cara mempersiapkan lahan bagi para petani pada saat mempersiapkan penanaman padi.

Sementara Pujianto, Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, memberikan beberapa tips penanaman padi yang baik. Yaitu, pemilihan padi yang tepat, menentukan kelas-kelas benih, dan metode seleksi benih. Bahkan, juga dipaparkan mengenai teknologi terbaru dalam pertanian.
Penyluhan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.

Mereka ingin mengenal lebih dalam sistem pertanian yang baik sekaligus menambah wawasan guna menghasilkan panen yang berlimbah. Pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dari petani merupakan bukti nyata antusias yang tinggi untuk menghasilkan panen yang baik.

Dalam kesempatan tersebut hadir dari Universitas Bojonegoro, antara lain Ketua LPPM Universitas Bojonegoro Laily Agustina Rahmawati S.Si., M.Sc.;Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Ahmad jupari; dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam, Pujianto.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Ahmad jupari mengingatkan kepada petani agar tidak lagi bergantung pada pupuk kimia dan harus kembali menggunakan pupuk kandang.

”Karena, ketika menggunakan pupuk kimia dapat berdampak buruk bagi tanah,” ujarnya.

Ketua LPPM Laily Agustina Rahmawati berharap, penjelasan yang diberikan Kepala Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Gayam dapat diterima oleh para peserta Sekolah Lapang Pertanian. Serta, dilaksanakan sesuai prosedur yang telah diberikan.

”Seperti, ketika menanam diharapkan para petani berhati-hati dalam memilih jenis dan juga harus melakukan variasi setiap tahun terhadap jenis bibit yang ditanam. Sehingga, hasilnya juga akan maksimal bagi petani,” katanya. (luh/roh)

Tinggalkan Balasan