Maling Handphone Dihajar Massa Hingga Tak Berdaya

0
Ilustrasi garis polisi. (2013 Merdeka.com)

halopantura.com Sidoarjo – Dua orang pencuri Hand Phone (HP) menggegerkan warga Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Mereka kepergok ketika melakukan aksi pencurian lalu kabur. Kejadian itu, sekitar pukul 03.40 WIB sebelum waktu subuh, Rabu (28/11/2018) dinihari.

Ali Fauzan (25), korban pencurian warga sekitar menceritakan, waktu itu dirinya sedang tidur di depan rumah. Ia mendengar langkah kaki yang mencurigakan, dan spontan Alu terbangun dan melihat dua orang terduga pelaku pencurian.

Saya lihat mereka menghidupkan motornya. Saya sadar, HP saya sudah tidak ada ditempat,” katanya.

Dirinya bergegas mengambil sepeda motor dan mengejar dua orang tersebut. Setelah ketemu, Alu memegang tangan dan menanyakan ponselnya yang telah raib. Mereka mengelak, dan menangkis pegangan tangan lalu kabur.

“Saya tanya baik-baik, mas kembalikan HP saya. Tapi mereka mengelak dan kabur,” ungkapnya.

Ketika kembali dilakukan pengejaran, salah satu pelaku melakukan perlawanan dengan melempar helm. Warga yang melihat peristiwa itu, kemudian menghadangnya. Satu pelaku berhasi tertangkap. Warga yang sudah emosi, langsung menghajarnya hingga terduga pelaku sekarat.

“Mendengar teriakkan saya, wargapun menghadang. Namun, satu tertangkap dan yang satu berhasil kabur,” terangnya.

Anggota Polsek Buduran, Resort Sidoarjo Kota yang mendapatkan laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku yang sudah nyonyor.

“Pelaku kita amankan dari amukan massa,” tutur Kapolsek Buduran, Kompol Sujud melalui Kanitreskrim Ipda Nanang Mulyono.

Diketahui, pelaku bernama Salos Ponggo Pribadi (27) warga Tanah Merah, Kenjeran, Kota Surabaya. Pelaku melakukan aksinya, dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat yang tidak bernopol. Yang dicuri oleh pelaku, adalah sebuah hp merk Oppo F1s warna silver. HP tersebut, tidak ada pada pelaku. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Lebih jauh Nanang menjelaskan, karena kurangnya alat bukti, pihaknya belum bisa memastikan apakah tersangka benar-benar pelaku yang disangkakan oleh warga. Karena, pelaku masih berada di RSUD Sidoarjo.

“Akibat amukan warga, pelaku dalam keadaan kritis. Sehingga, pihaknya belum bisa menanyakan kejadian secara pasti,” pungkasnya.

Salah satu yang bisa dijadikan alat bukti, hanya sebuah helm Grab yang sudah diserahkan kepada petugas. Pihak keluarga pelaku, juga sudah datang ke Polsek Buduran dan ke RSUD Sidoarjo. (Deni Yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here