Mantapkan Diri, Tagana Tuban Gelar Latihan Menghadapi Bencana

0
Personil Tagana Tuban ketika latihan di Magrove Center Jenu - Tuban. (Atmo)

halopantura.com Tuban – Sebanyak 68 relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tuban menggelar pelatihan kebenacanaan. Kegiatan itu dalam rangka pemantapan diri untuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah Tuban.

Kegiatan itu telah dilaksanakan sejak Juma’at, (17/11/2017) sampai Minggu, (19/11/2017), di laksanakan di Mangrove Center, Kecamatan Jenu – Tuban. Mereka digembleng dengan pemateri dari Tagana Jawa Timur, dan beberapa materi lainnya.

Zaenuri Koodinator Tagana Tuban, mengatakan kegiatan ini untuk pemantapan personil dalam menghadapi penanggulangan bencana di wilayah Tuban. Karena di awal tahun di daerah wilayah Tuban kerap terjadi banjir dari luapan bengawan solo dan kesiapan menghadapi bencana lainnya.

“Kita maksimalkan personil dengan latihan ini, dan ini juga bagian untuk koordinasi pesonil,” kata Zaenuri.

Sementara itu, Harsono Tri Asworo, Kabid Pemberdayaan Sosial, Dinas sosial, Pemberdayaan Sosial, Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Tuban, berharap Tagana selalu berada dilini depan ketika ada peristiwa kebencanaan. Serta dalam memberikan bantuan selalu mengutamakan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“ Tagana merupakan relawan yang sudah dekat dengan  masyarakat, dan sudah seharusnya sudah berada di lokasi terlebih dahulu ketika ada bencana. Kesiapan itu sangat di miliki para personil tagana,” tambah Harsono Tri Asworo.

Harsono Tri Asworo, menegaskan sebagai garda terdepan tagana juga harus bersinergi dengan pihak-pihak terkait lainnya. Hal itu dilakukan untuk memudahkan ketika memberikan pertolongan bagi korban terdampak bencana.

“Tagana harus selalu bersinergi dan kerjasama dengan instansi lain dalam menanggulangi bencana,” tegas Harsono Tri Asworo .

Lebih lanjut, pemerintah selalu berupaya meningkatakan kemampuan Tagana dalam penanggulangan bencana melalui pelatihan –pelatihan. Hal itu dilakukan agar menjadikan Tagana sebagai pilar terdepan dalam pelayanan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.

“Dengan latihan ini, tagana nantinya lebih siap siaga, singgap, tanggap dan memiliki reaksi cepat ketika ada kejadian bencana,” pungkasnya.  (at/roh)

Tinggalkan Balasan