Mengintip Anggaran Pembelian Rapid Test di Tuban

0
Ilustrasi rapid test. (dok, halopantura)

halopantura.com Tuban – Kebijakan pemerintah kabupaten (Pemkab) Tuban dalam upaya mencegah persebaran Covid-19 melalui rapid test mendapat sorotan dari wakil rakyat. Reaksi itu muncul lantaran anggaran yang disiapkan untuk membeli alat tersebut mencapai Rp 9.096.400.000.

Anggaran miliaran yang bersumber dari uang rakyat itu digunakan untuk pembelian sekitar 25 ribu stik alat rapid test. Namun, sampai saat ini baru ada 6.869 orang yang telah dilakukan rapid test untuk memetakan penyebaran virus corona.

“Anggaran Rp 9.096.400.000 dengan target sasaran rapid test sekitar 25 ribu orang, telah di gunakan untuk rapid test dengan sasaran 6.869.orang,” ungkap Hj. Tri Astuti Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Jumat, (26/6/2020).

Ia menghimbau dari sisa anggaran itu agar sasaran rapid test diperluas lagi. Yakni untuk ibu hamil, pedagang pasar, pengunjung cafe, swalayan, tenaga kesehatan, pegawai pelayanan publik, fasilitas kesehatan, dan pusat kerumunan. Termasuk, untuk pelajar yang akan kembali ke sekolah baik itu santri pondok maupun mahasiswa.

“Kita mengusulkan rapid test masal dan menghimbau agar diperluas sasaran rapid test. Ini semua di maksud agar persebarannya bisa terdeteksi lebih awal,” jelas Hj. Tri Astuti yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tuban.

Selain biaya rapid test, politikus perempuan asal Kecamatan Plumpang itu juga mendorong pemerintah agar bantuan untuk warga terdampak Covid-19 ditambahkan. Terutama, bagi warga yang tidak tercover dalam bantuan sosial baik dari Kemensos, APBD Provinsi dan daerah maupun dari dana desa.

“Masih banyak warga terdampak lain seperti pekerja seni, pelaku UMKM, pedagang di tempat wisata dan juga kuli untuk diberikan tambahan bantuan,” terang Hj. Tri Astuti.

Ketua DPC Partai Gerindra Tuban itu berharap agar dinas terkait untuk segera melakukan pendataan warga terdampak Pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan agar semua lapisan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan.

“Kita berharap agar dinas terkait melakukan pendataan warga terdampak ini,” tegas politikus asal Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, wakil rakyat itu juga meminta masyarakat untuk bersiap menghadapi new normal. Dan ia berdoa agar Pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Kemudian masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa atau normal.

“Semoga yang maha kuasa segera mengangkat pandemi ini, semoga kita semua di berikan kesehatan, kekuatan dan kemampuan dalam menghadapi pandemi ini,” jelasnya.

Sebatas diketahui, Pemkab Tuban telah menyiapkan anggaran lebih Rp 240 miliar untuk penanganan atau mencegah Covid-19. Dana tersebut diambilkan dari anggaran tidak terduga dan juga refocusing anggaran.

Anggaran tersebut terbagi menjadi tiga pos penanganan pencegahan Covid-19. Dengan rincian untuk penanganan kesehatan sebesar Rp 137.485.286.677, dampak ekonomi Rp 43.583.059.802, dan jaring pengaman sosial Rp 59.501.169.297. (rohman)

Tinggalkan Balasan