Nadiem Mendikbud-Ristek Ziarah ke Makam Pendiri NU

0
Nadiem ketika melakukan ziarah ke makam pendiri NU Hadratussekh KH Hasyim Asyari di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

halopantuta.com Jombang – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Anwar Makarim berpesan kepada Bupati Jombang, Mundjidah Wahab supaya pembelajaran tatap muka tidak dibatasi.

Pesan itu disampaikan setelah Nadiem melakukan ziarah ke makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussekh KH Hasyim Asyari di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis sore (21/10/2021).

Nadiem Makarim ziarah ke makam KH Hasyim Asyari didampingi pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Sebelum ziarah, Nadiem melakukan pertemuan tertutup dengan Gus Kikin dan Bupati Mundjidah Wahab di ndalem kasepuhan.

Usai dari makam, Nadiem tidak bersedia diwawancarai sejumlah wartawan yang saat itu sudah lama menunggu. Menteri yang akrab disapa Mas Menteri tersebut hanya mengatupkan kedua telapak tangan menandakan permintaan maaf.

Sembari berjalan kaki dari makam menuju ke Ndalem kasepuhan, Nadiem menyapa dan mengobrol dengan para santri yang saat itu baris berjejer di samping masjid Tebuireng.

Kemudian, pada saat bertemu Bupati Mundjidah Wahab di depan ndalem kasepuhan, Bupati dan Nadiem terlihat berbicara terkait pelaksanaan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di masa pandemi COVID-19.

“Mas menteri mengharapkan tatap muka itu supaya jangan dibatasi, jadi kasihan kalau anak-anak ini masih dibatasi dan insyaallah Januari nanti sudah harus tatap muka penuh masuknya anak anak, dan kita (saat ini) masih bergilir,” ujar Mundjidah usai bertemu Nadiem.

Dikatakan Mundjidah, Nadiem juga menyampaikan mengenai kebijakan barunya tentang program Merdeka Belajar yang saat ini sedang proses perekrutan guru penggerak.

“Ya, masalah merdeka belajar itu, jadi selama ini ada guru penggerak. Guru penggerak ini bisa honorer bisa ada ASN (Aparatur Sipil Negara,” ujarnya.

Mundjidah menambahkan, saat ini percepatan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Jombang sudah mencapai 75 persen dan pada PPKM masuk level 1 berdasarkan Kementerian Kesehatan.

“Alhamdulillah percepatannya kita sudah 75 persen, target kita Desember sudah 100 persen. Vaksinasi terus kita lakukan setiap hari, meski libur kita tetap ada kegiatan vaksinasi,” katanya. (fin/roh)

Tinggalkan Balasan