Nelayan Tuban Diminta Waspada, Cuaca Ekstrem Diprediksi Hingga Februari

0
Perahu nelayan Kabupaten Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupen Tuban menghimbau semua nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan akan cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi yang terjadi di laut utara Tuban. Kondisi cuaca itu diprediksi akan terjadi sampai bulan Februari mendatang.

”Menurut perkiraan Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem akan terjadi hingga Bulan Februari mendatang,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, Sabtu (13/01/2018).

Terkait hal itu, mantan Camat Grabagan itu mengajak masyarakat untuk tetap hati-hati dan selalu waspada terhadap risiko bencana. Khususnya suaca buruk tersebut akan sangat terasa dampaknya terhadap para nelayan.

”Puncak hujan itu akan terjadi sampai dengan Bulan Februari. Dampaknya, gelombang air laut akan tinggi mencapai 0,5 sampai dengan 3 meter. Dan ini bisa membahayakan nelayan dengan perahu kecil,” ungkapnya.

Selain gelombang air laut yang tinggi, akibat curah hujan yang tinggi tersebut juga akan mengakibatkan air di Sungai Bengawan Solo meninggi. Pasalnya, muara atau pembuangan air dari Bengawan Solo tersebut ke laut.

Jika gelombang laut tinggi, maka aliran air Bengawan Solo juga akan terganggu. “Maka masyarakat yang ditinggal di Bandaran Sungai Bengawan Solo juga diminta untuk tetap waspada,” terang Joko Ludiono.

Sebatas diketahui, akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan laut utara Tuban, Kamis, (11/1/2018), delapan perahu nelayan di Kecamatan Tambakboyo hancur dihantam gelombang tinggi.

Baca : https://www.halopantura.com/dihantam-gelombang-delapan-perahu-hancur-satu-nelayan-tuban-tewas/

Bahkan, satu nelayan meninggal dunia dan beberapa nelayan mengalami luka serius yang harus dirawat dirumah sakit akibat kejadian tersebut. Selain itu, perahu nelayan di wilayah perairan laut di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu juga terbalik akibat cuaca ekstrem. (rohman)

Tinggalkan Balasan