Ngamuk, Warung di Tuban Rusak Parah Dilempari Batu Oknum PSHT

0
Kondisi warung rusak parah akibat dilempari batu oleh oknum PSHT. (rohman)

halopantura.com Tuban – Sekelompok oknum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sedang konvoi mengamuk di tepi jalan raya Merakurak-Montong, tepatnya di Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Sabtu malam, (21/9/2019). Akibatnya, sebuah warung berserta isinya rusak parah lantaran dilempari batu.

Tak hanya itu, dua orang mengalami luka dalam insident tersebut. Serta ada lima unit sepada motor yang diparkir di sekitar warung juga mengalami kerusakan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Saya tidur di belakang, dan tiba-tiba ada ramai di warung,” ungkap Juanik (40), pemilik warung ketika ditemui di lokasi.

Berdasarkan informasi, kejadian itu bermula saat ada sekelompok oknum PSHT sedang konvoi menggunakan sepada motor. Mereka konvoi setelah menghadiri kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban pada gelombang dua, di gedung Graha Sandiya Tuban, Jumat malam, (20/9/2019).

Ketika sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba mereka merusak warung dengan menggunakan batu.

Mengetahui hal itu, sejumlah orang yang berada di warung memilih kabur karena kalah jumlah. Namun begitu, lemparan batu terus terjadi dan tak bisa dihindarkan hingga warung dan isinya rusak parah.

“Saya lari ketakutan bersama suami saya, mereka seolah menyerang,” kata pemilik warung sambil menunjukan beberapa batu yang berada didalam warung.

Menurutnya, ada sejumlah enam orang yang saat itu ada di warung juga tidak bisa berbuat banyak dan memilih kabur. Karena merasa kalah secara jumlah massa.

Bahkan, lima unit sepada motor yang ditinggal di warung juga menjadi sasaran pengerusakan oknum PSHT tersebut.

“Sepeda motor juga rusak, dan ada yang mengalami luka,” jelas pemilik warung.

Korban yang mengalami luka diketahui bernama Andik (14) warga Kecamatan Montong yang harus dirawat di RSUD Tuban.

Korban lainnya, yakni Mardiyo (40) warga setempat mengalami luka terbuka di kepala dan kaki. Namun begitu, ia tidak dibawa ke rumah sakit.

“Dua orang luka. Ini juga ada baret bertempelkah Pamter dari PSHT yang tertinggal di warung,” jelasnya.

Kondisi itu dibenarkan olah Kasubag Humas Polres Tuban Iptu Suganda. Ia menyampaikan, insiden tersebut merupakan kesalahpahaman saja, dan anggota juga telah memediasi kedua belah pihak.

“Hasil mediasi, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Iptu Suganda. (rohman)

Leave a Reply