Pagelaran Musik Virtual: Walikota Kediri Ajak Anak Muda Asah Kreativitas

0
Walikota Kediri ketika menghadiri pagelaran musik virtual. (Wahyudi)

halopantura.com Kota Kediri – Pandemi covid-19 belum juga berlalu. Konser musik pun belum bisa dinikmati secara langsung. Sehingga pagelaran musik dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1141 digelar secara virtual, Senin (3/8/2020).

Pagelaran musik virtual ini dimeriahkan oleh Clara Manumayasa, Tami Aulia dan Mr.Jono & Joni.

Meski digelar secara virtual, respon masyarakat cukup luar biasa. Terpantau ratusan masyarakat menyaksikan dan menikmati pagelaran musik virtual ini melalui akun youtube Harmoni TV Kediri.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar yang hadir dalam pagelaran musik virtual tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang telah menyelenggarakan pagelaran musik secara virtual. Dengan adanya pandemi ini semua harus putar otak dan saatnya anak-anak muda untuk membuat karya di dunia digital ini.

“Biasanya hari jadi kita bisa lihat pengajian bareng, sholawat Habib Syekh bersama-sama. Tapi kali ini Tuhan tidak memperbolehkan kita untuk mengadakan seperti itu karena saat ini memang lagi ada pandemi,” ujarnya.

Saat pandemi ini, Walikota Kediri mengungkapkan ada banyak hal positif yang bisa dipelajari. Yaitu percepatan untuk menuju ke 4.0.

“Baik di bidang kreativitas contohnya banyak sekali anak muda yang bikin konten di youtube juga banyak UMKM kita yang jual di marketplace dan juga ada yang bikin platform lokal, game, dan macam-macam. Hal itu membuat kita berevaluasi dan Alhamdullilah saya yakin walaupun di era pandemi ini, tetap ada hal yang positif. Tetap ada percepatan – percepatan yang membuat Kota Kediri Insyaallah menjadi kota yang kreatif,” ungkapnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini menuturkan bahwa Kota Kediri juga baru saja meraih penghargaan dari MURI telah mengadakan pameran virtual.

“Pemkot, Bank Indonesia, dan KADIN mengadakan pameran virtual. Nah ternyata ini diapresiasi oleh MURI. Mudah-mudahan ke depan akan memicu kreativitas anak-anak atau masyarakat yang ada di Kota Kediri,” tuturnya.

Untuk para pemuda dan pemudi Kota Kediri, Mas Abu berpesan bahwa saat ini bukan waktunya rebahan. Saat ini waktunya untuk belajar lebih banyak lagi. Apalagi banyak hal yang bisa dipelajari seperti contohnya dunia digital.

“Banyak hal yang bisa dipelajari di era pandemi. Apa pun itu. Kalau ada anak muda seperti Clara, Jono Joni, dan Tami Aulia saya sangat mengapresiasi sekali. Itu luar biasa dan mereka bisa dilevel itu adalah perjuangan yang sangat keras sekali. Apalagi kalau ada orang yang sukses bisa memberikan hal positif kepada orang-orang yang belum sukses. Artinya kesempatan untuk kolaborasi dengan artis-artis yang belum ke arah sana itu sangat penting sekali,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Mas Abu juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir namun harus terus mematuhi protokol kesehatan. Karena virus corona ini masih ada.

“Tetap kita harus menggunakan protokol kesehatan seperti sekarang ini pakai face shield, pakai masker. Kerja aja nggak masalah yang penting kita tahu jangan sampai membahayakan orang lain. Yang bisa work from home silahkan, yang nggak bisa kerja di rumah silahkan kerja di tempat lain tapi tentu harus menggunakan protokol kesehatan. Jangan sampai kita merugikan orang lain, jika kita tidak mau dirugikan orang lain. Tugasnya pemerintah adalah yang sakit diobatin dan juga perekonomiannya harus didorong terus supaya kita tidak terlalu jatuh ekonominya,” pungkasnya. (yud/fin)

Tinggalkan Balasan