Patung Dewa Klenteng Tuban Ditutup dengan Kain Putih 1.200 Meter

4
Kain putih yang digunakan untuk menutup patung dewa Klenteng Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Kontroversial Petung Dewa Yang Mulia Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berdiri kokoh di halaman Klenteng Tuban, ditutup dengan menggunakan kain putih sepanjang 1.200 meter. Hal itu dilakukan untuk meredam polemik keberadaan patung yang belum mengantongi izin dari pemerintah setempat, Sabtu, (5/8/2017).

Sebanyak 12 personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban dikerahkan untuk proses penutupan patung setinggi 30,4 meter tersebut. Selain itu, penutupan patung dewa yang dibangun dengan dana sekitar Rp 1,5 miliar itu juga dibantu kendaraan alat berat crane.

“Proses penutupan patung ini melibatkan 12 personil dan dibantu alat berat crane,” jelas Joko Ludiono, Kepala Pelaksana BPBD Tuban.

Kain putih yang disediakan untuk menutup patung itu sepanjang 1.200 meter dengan rincian sebanyak 40 rol gulung kain, setiap rol gulung dengan panjang 30 meter. Selanjutnya, kain itu dijahit untuk menutupi patung yang masuk rekor MURI sebagai patung dewa tertinggi se-Asia Tenggara.

“Kain kita jahit dulu, untuk sementara disediakan sebanyak 40 rol gulung kain untuk proses penutupan patung,” beber Joko Ludiono ketika berada dilokasi.

Proses penutupan patung tersebut mengalami kesulitan dikarenakan tingginya patung dan faktor angin. Hingga sore, sekitar pukul 17.00 Wib, personil masih melakukan proses penutupan patung.

“Proses penutupan sampai malam jika belum selesai dan diupayakan satu hari ini selesai. Serta kesulitan personil dikarenakan angin dilokasi sangat kencang,” terang Joko Ludiono.

Sementara itu, Gunawan Putra Wirawan, Ketua Klenteng Tuban, mengatakan penutupan patung tersebut berdasarkan kesepakatan pengurus. Dengan tujuan untuk meredam perdebatan di media sosial dan membuat suasana Tuban kondusif.

“Inisiatif ini (penutupan patung, red) berdasarkan keputusan bersama, sambil menunggu koordinasi dengan Pemkab Tuban. Terlebih menciptakan Tuban tenang,” jelas Gunawan Putra Wirawan sebelum proses penutupan patung.

Sebatas diketahui, patung yang diresmikan Ketua MPR, Zulkifli Hasan, itu ramai di media sosial karena pengurus Klenteng belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Untuk menekan kegaduhan itu, Bupati Tuban bersama MUI Tuban menggelar pertemuan tertutup.

Baca : https://www.halopantura.com/masalah-patung-dewa-klenteng-mui-tuban-gelar-rapat-tertutup-bersama-bupati/

Selain itu, Ketua MPR mengaku datang di Klenteng Tuban (peresmian, red) dalam rangka menghadiri acara Peringatan Ulang tahun atau memorial. Bukan mengizinkan pendirian Patung.

Baca : https://www.halopantura.com/ini-tanggapan-ketua-mpr-tentang-patung-dewa-klenteng-tuban/

(rohman)

Kendaraan alat berat crane yang berada di lokasi saat proses penutupan. (rohman)