Pegawai BPR Bojonegoro Diamankan Polisi

0
Pelaku ketika diamankan di Mapolres Bojonegoro.

halopantura.com Bojonegoro – Seorang oknum pegawai salah satu bank perkreditan rakyat (BPR) di Bojonegoro harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya, dia terlibat kasus pemalsuan dokumen pinjaman bank terhadap nasabahnya ditempat kerjanya.

Pelaku diketahui berinisial AA (29), warga Desa Labuhan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. Sedangkan korban diketahui bernama Rianti (39), Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro.

“Pelaku kini telah ditahan lantaran membuat dokumen palsu pinjaman bank atas nama orang lain di bank tempat pelaku bekerja,” jelas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Minggu, (4/2/2018).

Kronologis peristiwa tersebut bermula pada Selasa (21/11/2017) sekira pukul 14.00 WIB lalu, telah datang ke rumah korban, tiga orang yang mengaku dari pegawai salah satu bank perkreditan rakyat (BPR) di Bojonegoro Kota. Meraka bermaksud menanyakan apakah korban mempunyai pinjaman di Bank BPR tersebut.

Saat itu ketiga orang tersebut ditemui saksi Moch Mujianto, kerena korban sedang pergi ke Tuban.“Karena saksi tidak mengetahui urusan tersebut, saksi meminta para tamu tersebut untuk menunggu korban hingga pulang,” terang Kapolres.

Kapolres melanjutkan, tidak lama kemudian korban pulang dari Tuban dan oleh petugas yang mengaku sebagai karyawan BPR tersebut. Korban ditanya perihal apakah korban mempunyai pinjaman di Bank BPR tersebut.

“Korban menjawab tidak pernah mengajukan pinjaman ke Bank BPR tersebut,” jelas Kapolres.

Kemudian, oleh salah satu dari ketiga orang tesebut, menunjukan bahwa korban pernah mengajukan pinjaman sebesar Rp 20 juta, dengan jaminan BPKB kendaran Kijang tahun 1988.

“Karena merasa tidak pernah mengajukan pinjaman tersebut, lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bojonegoro,” lanjut Kapolres.

Selanjutnya, berdasarkan laporan tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pada saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti, hingga akhirnya ditemukan alat bukti yang cukup, bahwa pelaku dengan tidak sah dan melawan hukum, telah membuat dokumen palsu pinjaman bank atas nama korban di bank tempat pelaku bekerja, sehingga petugas segera mencari keberadaan pelaku hingga akhirnya diketahui keberadaan pelaku.

“Pelaku ditangkap petugas di sebuah rumah di jalan Arif Rahman Hakim Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kota.” imbuh Kapolres.

Perbuatan pelaku, oleh penyidik pelaku disangka telah melanggar Pasal 49 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 7, tahun 1992 tentang Perbankan.

Diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama 15 tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar.

“Saat ini pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolres Bojonegoro guna penyidikan lebih lanjut dan petugas saat ini masih terus mengembangkan kasus tersebut,” tutur Kapolres. (dian/roh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here