Pelatih Madura FC Bakal Laporkan Panpel Persatu Tuban ke Komdis PSSI

0
Agus Yuwono Pelatih Madura FC, ketika jumpa pers usai pertandingan di Stadion Bumi Wali Tuban. (rohman)

halopantura.com Tuban – Persatu Tuban akhirnya bisa meraih kemenangan tipis dengan skor 2-1 ketika melawan Madura FC di kompetisi lanjutan Liga 2 Indonesia, bertanding di Stadion Bumi Wali Tuban, Kamis sore, (15/8/2019).

Kalah dari Tuban, Madura FC berencana akan melaporkan Panitia Pelaksana (Panpel) Persatu Tuban ke Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Alasannya, Laskar Jokotole julukan tim Madura FC merasa tidak puas lantaran dikerjain oleh Panpel Persatu Tuban.

“Kita akan perbaiki mental pemain agar tidak dikerjain Panpel,” Agus Yuwono, Pelatih Madura FC usai pertandingan.

Menurutnya, sejak awal Panpel Persatu Tuban sangat merugikan tim. Seperti dalam official training di stadion Bumi Wali Tuban tidak ada penjemputan dari Panpel.

“Penjemputan bus buat kami tidak ada dalam official training, ini murni dikerjain oleh Panpel,” ungkap Agus Yuwono.

Akibat kejadian itu, ia menegaskan akan melaporkan Panpel Persatu Tuban ke Komdis PSSI karena beberapa regulasi atau SOP telah dilanggar. Termasuk, Panpel juga tidak siap dalam fasilitas pertandingan.

“Panpel tidak siap, seperti lampu (saat pertandingan, red) mati,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Panpel Persatu Tuban, Slamet Dwiyanto, tidak begitu mempermasalahkan. Karena hal itu dinilai miskomunikasi dengan pihak Madura FC, khususnya dalam penjemputan ketika official training (uji coba lapangan).

“Memang kita tidak jemput mereka waktu coba lapangan, karena miskomunikasi. Awalnya info dari LO mau pakai bus sendiri, tetapi malam kasih kabar minta dijemput,” tegas Slamet Dwiyanto.

Sebatas diketahui, sejak pertandingan pertama kedua kesebelasan bermain menyerang. Namun, usaha meraka tidak membuahkan gol hingga babak pertama selesai.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah yang mengenakan kostum hijau lebih bermain terbuka. Alhasil, Persatu Tuban mendapatkan kado penalti setelah pemian belakang Madura FC melakukan handball di dalam kotak penalti.

Pemain Persatu Taufan Hidayat sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo di titik putih pada menit 80 (sebelumnya tertulis di menit 85), dan merubah kedudukan 0-1.

Tertinggal satu gol, Madura FC yang mengenakan kostum merah berhasil mencetak gol balasan di menit 82 yang dicetak oleh Joko Prayitno.

Tak mau kalah, kesebelasan Tuban kembali menyerang dan sukses mencetak gol kemenangan dari tendangan Syahrur Ramadhani pada menit 85.

Skor 1-2 unggul untuk Tuban berakhir sampai pertandingan selesai. (rohman)

Tinggalkan Balasan