Pembangunan Terminal LPG di Tuban Tak Menyalahi Aturan

0
Sekda Tuban Budi Wiyana. (rohman)

halopantura.com Tuban – Penolakan yang dilakukan warga terkait rencana pembangunan pangkalan atau terminal LPG di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban mendapat tanggapan dari Pemkab Tuban.

Bahkan Pemkab Tuban menilai pembangunan pangkalan itu tidak menyalahi aturan atau Perda Tata Ruang. Karena lokasi atau lahan yang akan dipakai sebagai pangkalan milik Pertamina sendiri.

“Tidak ada yang salah terkait rencana Pertamina membangun termilan LPG di Desa Remen. Karena lahannya milik perusahaan sendiri,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, Selasa, (10/7/2018).

Menurutnya, Perusahaan Pertamina membangun di lahannya sendiri bukan memanfaatkan lahan milik warga. Sehingga secara aturan tidak melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tuban.

“Tata ruang wilayah dilokasi itu memang digunakan untuk komplek industri, sehingga tidak melanggar. Perusahaan tinggal melengkapi izin mendirikan bangunan (IMB), dan revisi izin lingkungan (Amdal),” ungkap Sekda Tuban.

Terkait keberantan warga, Sekda Tuban menjelasakan nanti usulan warga nantinya akan dimasukan rekomendasi dokumen Amdal. Seperti dampak yang diakibatkan adanya pangkalan bisa dimasukan dokemen lingkungan.

“Keinginan dari warga nantinya bisa dimasukan dalam rekomendasi dokumen amdal,” tegas mantan Kepala Bappeda Tuban itu.

Pemberitaan sebelumnya, puluhan warga dari Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban menggelar aksi unjuk rasa di balai desa setempat, Senin, (2/7/2018).

Dalam aksinya para warga menolak rencana pembangunan pangkalan atau terminal LPG di desa setempat. Serta warga juga menolak pengembangan Depo Pertamina di wilayah desanya.

Baca : https://www.halopantura.com/bergejolak-ratusan-warga-remen-tolak-pembangunan-terminal-lpg/

Penolakan dikarenakan proses awal rencana pembangunan tidak ada sosialisasi kepada warga, dan lokasi terminal LPG diakui warga berada di dekat pemukiman yang dapat membahayakan keberadaan warga. (rohman)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here