Pembangunan TSC Tuban Molor, Bupati: Kita Tidak Dirugikan

3
Bupati Tuban H. Fathul Huda. (rohman)

halopantura.com Tuban – Penyelesaian pembangunan proyek lanjutan Tuban Sport Center (TSC) yang berada di lahan Dusun Pidengan, Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, molor dari jadwal yang telah ditentukan selesai pada 20 Desember 2018.

Akibatnya, pelaksana proyek PT Widya Satria asal Surabaya terkena denda Rp 58 juta setiap hari dan denda masih berjalan sampai saat ini. Hal itu sesuai aturan jika pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline, maka membayar denda setiap hari 1/1000 dari total nilai proyek sebesar Rp 58 miliar.

“Proyek molor sesuai aturan terkena denda dan telah berlaku,” kata Bupati Tuban H. Fathul Huda ketika menjawab pertanyaan terkait persoalan molornya pembangunan TSC Tuban, Rabu, (26/12/2018)

Bupati Tuban menjelaskan, rekanan proyek telah sering diingatkan agar penyelesaian proyek tepat waktu. Tetapi karena persoalan bahan material menjadikan proyek tersebut molor.

“Proyek molor, kita tidak dirugikan, yang rugi kontraktor karena terkena denda,” jelas Bupati Tuban ketika ditemui di gedung DPRD Tuban.

H. Fathul Huda juga menambahkan sejauh ini pekerjaan proyek terus dikerjakan dengan harapan sebelum awal tahun 2019 sudah selesai. Karena sampai saat ini progres pembangunan TSC telah mencapai 98 persen.

“Mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah selesai, karena pekerjaan tinggal sedikit dan progres telah mencapai 98 persen,” tegas H. Fathul Huda .

Sebatas diketahui, seharunya pembangunan TSC itu selesai pada 4 Desember 2018. Tetapi, pelaksana proyek mendapatkan perpanjangan waktu (adendum) selama 16 hari untuk menyelesaikan proyek tersebut, dan berakhir 20 Desember 2018.

Baca : https://www.halopantura.com/telat-tuban-sport-center-terancam-denda-rp-58-juta-setiap-hari/

Saat itu pelaksana proyek mengajukan permohonan addendum selama 21 hari tetapi disetujui 16 hari. Dengan satu alasan yang bisa diterima tentang perubahan desain antara gambar awal dengan kondisi di lapangan.

Dana sekitar Rp 58 miliar dari APBD Tuban itu digunakan untuk membangun stadion sepak bola beserta tribun utama, lintasan atletik, dan beberapa fasilitas olahraga lainnya.

Baca: https://www.halopantura.com/stadion-tsc-tuban-gunakan-rumput-asal-amerika/

Selain itu rumput stadion sepakbola juga telah dipasang dengan menggunakan jenis rumput baru dan sesuai dengan standar badan sepak bola dunia, FIFA, yakni zoysia matrella. Rumput tersebut berasal dari Amerika Serikat, tetapi telah dibudidayakan di wilayah Kabupaten Malang. (rohman)